Maumere, NTT — Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin ketat, secercah harapan datang dari seorang wakil rakyat yang tak hanya duduk di kursi legislatif, tapi turun langsung merasakan denyut kebutuhan masyarakat. Yoseph Karmianto Eri, S.Fil., Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi PKB, kembali membuktikan komitmennya terhadap masa depan generasi muda Sikka dengan meluncurkan Program Beasiswa Pelatihan Komputer Aplikasi Perkantoran & Desain Grafis, hasil kolaborasi strategis bersama lembaga pelatihan Karunia Bunda Course Maumere.
Program ini secara khusus ditujukan untuk membantu para pencari kerja muda dan masyarakat umum yang selama ini terbentur keterbatasan akses terhadap pendidikan teknologi.
“Banyak anak-anak muda kita yang sebenarnya punya potensi besar, tapi kalah di persaingan kerja hanya karena tidak punya keterampilan dasar komputer. Ini bukan kesalahan mereka. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjembatani,” ujar Yoseph Karmianto Eri saat diwawancarai di sela peluncuran program, Kamis (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan yang dibiayai melalui Dana Pokok Pikiran (Pokir) ini tak hanya memberikan pemahaman dasar komputer dan desain grafis, tetapi juga memastikan setiap peserta memperoleh sertifikat kompetensi resmi, sebagai modal penting dalam menghadapi pasar kerja digital.
“Kami percaya pelatihan ini bukan sekadar kursus biasa. Ini investasi sosial. Setiap peserta yang lulus, membawa pulang lebih dari sekadar ilmu – mereka membawa harapan,” tambah pria yang akrab disapa Pak Manto Eri.
Karunia Bunda Course Maumere, mitra pelatihan resmi yang dipercaya untuk menyelenggarakan program ini, merupakan lembaga bersertifikasi yang telah meluluskan ribuan peserta di bidang digital skills.
“Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari inisiatif luar biasa ini. Anggota dewan juga mempunyai kepedulian terhadap peningkatan kapasitas rakyatnya,” ungkap Marianus Milo, Direktur Karunia Bunda Course.
Ia menambahkan, peserta akan belajar mulai dari pengoperasian Microsoft Office, dasar-dasar desain menggunakan Canva dan CorelDRAW, hingga praktik langsung membuat portofolio digital.
Kuota yang tersedia memang terbatas—hanya 60 orang peserta. Namun, animo masyarakat sangat tinggi. Hanya dalam dua hari sejak diumumkan, ratusan pendaftar telah mengajukan diri.
Salah satu calon peserta, Yovi (22), lulusan SMAN 1 Maumere asal Kecamatan Alok, mengungkapkan harapannya,
“Saya sudah tiga kali melamar kerja tapi selalu kalah karena belum punya sertifikat komputer. Saya bersyukur ada program ini. Terima kasih Bapak Manto Eri.”
Yoseph Karmianto berharap, program ini bisa menjadi model yang menginspirasi DPRD lain untuk memanfaatkan dana Pokir secara lebih strategis dan menyentuh langsung kebutuhan riil masyarakat.
“Saya tidak ingin hanya dikenal karena janji-janji politik. Saya ingin masyarakat ingat saya sebagai seseorang yang hadir saat mereka butuh solusi nyata,” tegasnya menutup wawancara.











