Petani Tembakau Desa Takaplager, Sikka Terancam Gagal Panen Akibat Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

- Reporter

Jumat, 4 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikka-Dampak dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2025 lalu masih dirasakan warga Desa Takaplager, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Debu dari erupsi ini mengancam mata pencaharian para petani tembakau di desa tersebut.

Abu vulkanik yang terbawa angin menutupi areal pertanian dan menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman tembakau yang sedang dalam masa pertumbuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alosius Genimus, salah satu petani tembakau, Desa Takaplager, mengungkapkan bahwa sejak abu erupsi turun dahsyat pada 17 Juni 2025, kondisi tanaman tembakau miliknya berubah drastis.

“Daun-daun tembakau jadi rusak, menguning, dan cepat kering. Kami sudah semprot dengan air beberapa kali, tapi tidak bisa bersih. Kami khawatir gagal panen total. Kami harap hujan, tapi sampai hari ini tidak ada hujan turun,” ujar Alosius saat ditemui di lahannya di Kampung Napun Kabor, Rabu (03/07/2025).

Menurut Alosius, musim tanam tembakau tahun ini adalah harapan besar bagi petani setelah musim kemarau sebelumnya tidak menentu. Namun, ancaman erupsi gunung berapi membuat mereka kembali pada ketidakpastian ekonomi.

Apalagi tanaman tembaku yang rusak terkena debu erupsi gunung tidak dapat dijadikan sebagai bibit untuk musim tanam tahun berikutnya. Kondisi ini makin mempersulit pihaknya sebagai petani tembakau dalam memperoleh bibit.

Dikatakan Alosius, tembakau yang setelah dipanen biasanya dirajang lalu dijual dalam bentuk bantalan (kle) dengan harga satu bantalan Rp 100.000 dijual di Pasar Nita.

Penyuluh pertanian Desa Takaplager, Petrus Oktavianus Nura mengatakan, setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, dirinya langsung ke desa dan bertemu dengan petani tembakau di Kelompok Tani “Tani Nabi”.

“Saya bertemu dengan petani Pak Winto, kami memantau langsung dampak dari debu erupsi gunung, dampak langsung ke produktivitas tanaman. Tanaman berubah warna dari hijau ke bercak-bercak kuning kecoklatan,” ungkapnya.

Lanjutnya, Kondisi tanaman tembakau berada di lahan kurang lebih di lahan 8 hektar yang diusahakan oleh Kelompok Tani “Tani Nabi” dan Kelompok Tani Kabor Jaya.

Ia juga mengatakan, debu juga mempengaruhi rasa tembakau yang dijual sehingga mempengaruhi pendapatan petani.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Takaplager, Hendrikus Raga, membenarkan bahwa hampir semua lahan tembakau milik warga terdampak abu vulkanik.

Menurutnya, lahan tembakau yang berada di wilayah perbukitan dan dataran tinggi Desa Takaplager terdampak langsung karena berada di jalur sebaran abu vulkanik.

“Kami sementara data kerusakan di Kampung Napun Kabor, dan sedang menyusun laporan resmi untuk disampaikan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten. Dampaknya nyata membuat tembakau gagal panen tahun ini,” ujar Hendrikus Raga.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAZISNU Sikka Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Sekda Sikka Pimpin Sertijab Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Polres Sikka Sterilisasi Gereja dan Gelar Patroli Skala Besar Demi Kelancaran Misa Malam Natal
Warga Sikka Mengeluh, Harga Telur dan Bawang Meroket Jelang Nataru
Tim Jibom Pasukan Gegana ‘B’ Pelopor: Gelar Sterilisasi untuk 4 Gereja di Sikka, Sebelum Malam Natal
Senator AWK Apresiasi Gerak Cepat Badan Gizi Nasional Bangun Dapur Satelit MBG di Wilayah Provinsi NTT
AWAS Berbagi Kasih Natal, Salurkan THR dan Parsel untuk 26 Wartawan di Sikka
Pemkab Sikka Pacu Pembangunan Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih, Target Diresmikan 31 Januari 2026
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 12:40 WITA

Sekda Sikka Pimpin Sertijab Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:32 WITA

Polres Sikka Sterilisasi Gereja dan Gelar Patroli Skala Besar Demi Kelancaran Misa Malam Natal

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:23 WITA

Warga Sikka Mengeluh, Harga Telur dan Bawang Meroket Jelang Nataru

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:51 WITA

Tim Jibom Pasukan Gegana ‘B’ Pelopor: Gelar Sterilisasi untuk 4 Gereja di Sikka, Sebelum Malam Natal

Rabu, 24 Desember 2025 - 01:34 WITA

Senator AWK Apresiasi Gerak Cepat Badan Gizi Nasional Bangun Dapur Satelit MBG di Wilayah Provinsi NTT

Berita Terbaru

Lembaga pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini resmi menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI untuk memperkuat penanganan berbagai persoalan hukum dalam penyelenggaraan JKN. (12/012026)

Nasional

“BPJS Gandeng Jaksa Agung, Ada Apa dengan JKN?”

Selasa, 13 Jan 2026 - 11:43 WITA