Penganiayaan di Pemana, Sikka Berujung Maut, Nelayan 24 Tahun Meninggal Ditikam

- Reporter

Sabtu, 23 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sikka-Peristiwa penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di Dusun Buton, Desa Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Sabtu (23/8/2025) dini hari. Seorang nelayan berinisial H (29) ditangkap polisi usai diduga menikam rekannya sendiri, S (24), hingga tewas.

Berdasarkan laporan kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 00.20 Wita. Saat itu korban yang baru pulang dari pesta di Dusun Buton melihat pelaku sedang duduk sendirian di bale-bale.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban kemudian menghampiri pelaku hingga terjadi perkelahian. Dalam perkelahian itu, pelaku langsung menikam korban dengan sebilah pisau tepat di bagian ulu hati.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Pemana. Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapat perawatan.

Kapolsek Alok, IPTU Maria Lusia Lero, SH, bersama anggota Polsek Alok langsung bergerak cepat mengamankan pelaku. Sekitar pukul 04.00 Wita, anggota Pospol Pemana, Bripka Budi Prasetio, berhasil menangkap H dan membawanya ke Maumere menggunakan kapal perahu Putra Tunggal.

Setibanya di Pelabuhan L. Say, Maumere, pukul 07.15 Wita, pelaku langsung diamankan menggunakan mobil patroli SPKT menuju Mapolres Sikka untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Polair Polres Sikka bersama anggota juga diterjunkan ke Pemana pada pukul 06.30 Wita untuk memastikan situasi tetap kondusif pasca peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku H.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

14 Hari Pasca Penemuan Jasad Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Polres Sikka Belum Temukan Barang Bukti Pakaian dan HP Korban
Polres Sikka Belum Bisa Pastikan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit Berlangsung di TKP
Polres Sikka: Anak dari Ayah yang Tikam Diri 5 Kali Cuma Tahu Kasus Pembunuhan Rubit dari Medsos
Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Tim Kuasa Hukum Minta Polres Sikka Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana
Tikam Diri 5 Kali, Ayah dari Seorang Terduga Saksi Kasus Pembunuhan di Desa Rubit, Dilarikan ke RS Kewapante
Polres Sikka Tetapkan Ayah dan Kakek Remaja FRG Sebagai Tersangka Baru Kasus Pembunuhan di Rubit
Bukan Sekadar Pelaku Tunggal, Praktisi Hukum Endus Potensi “Obstruction of Justice” di Kasus Pembunuhan Rubit
Kuasa Hukum Keluarga Korban Pembunuhan Rubit Desak Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana dan Usut Dugaan Perintangan Hukum
Berita ini 2,034 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:38 WITA

14 Hari Pasca Penemuan Jasad Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Polres Sikka Belum Temukan Barang Bukti Pakaian dan HP Korban

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:09 WITA

Polres Sikka Belum Bisa Pastikan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit Berlangsung di TKP

Selasa, 10 Maret 2026 - 04:30 WITA

Polres Sikka: Anak dari Ayah yang Tikam Diri 5 Kali Cuma Tahu Kasus Pembunuhan Rubit dari Medsos

Selasa, 10 Maret 2026 - 03:19 WITA

Kasus Pembunuhan Remaja di Rubit, Tim Kuasa Hukum Minta Polres Sikka Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana

Jumat, 6 Maret 2026 - 03:42 WITA

Tikam Diri 5 Kali, Ayah dari Seorang Terduga Saksi Kasus Pembunuhan di Desa Rubit, Dilarikan ke RS Kewapante

Berita Terbaru