SIKKA-Situasi politik dan sosial di Jakarta kembali memanas dengan maraknya aksi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat yang menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah pusat. Gelombang protes yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian publik di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Nusa Tenggara Timur.
Menanggapi kondisi tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof), Erwin Prasetyo, mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu (31/8). Dalam imbauannya, Erwin mengajak seluruh civitas akademika untuk tetap menahan diri dan mengedepankan perdamaian demi menjaga suasana kondusif, baik di tingkat lokal maupun nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mari seluruh civitas akademika Unimof untuk menahan diri demi kedamaian nian tana Sikka, Nusa, dan bangsa kita,” tegas Erwin.
Peran Kampus di Tengah Dinamika Nasional
Menurut Erwin, kampus memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang kritis sekaligus beradab. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dituntut untuk mampu menyikapi isu nasional dengan kepala dingin dan tidak mudah terprovokasi.
Ia menekankan bahwa kampus adalah ruang intelektual yang harus menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam menyampaikan pendapat.
“Kebebasan berpendapat adalah hak demokratis, tetapi perlu dijalankan secara damai, rasional, dan bermartabat. Jangan sampai kita terjebak pada tindakan yang justru menimbulkan perpecahan di antara anak bangsa,” ujarnya.
Suara Damai dari Timur Nusantara
Imbauan Rektor Unimof menjadi penting mengingat posisi mahasiswa sebagai agen perubahan yang kerap terlibat aktif dalam gerakan sosial dan politik. Namun, Erwin mengingatkan bahwa perubahan yang sejati harus dibangun melalui gagasan, dialog, dan kerja nyata, bukan dengan aksi yang berpotensi merugikan keamanan bersama.
Ia juga menggarisbawahi nilai budaya lokal Sikka yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kedamaian. Nilai itu, menurutnya, harus tetap dijaga di tengah arus besar dinamika politik nasional.
Lebih lanjut, Erwin mengajak mahasiswa Unimof untuk menjadikan momentum demonstrasi nasional sebagai ruang belajar. Ia berharap para mahasiswa mampu menganalisis akar persoalan bangsa dengan pendekatan akademis, bukan sekadar emosional.
“Dari kampus, kita bisa melahirkan gagasan segar yang solutif. Mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun bangsa, bukan sebagai alasan untuk terpecah,” kata dia.
Imbauan ini sekaligus ditujukan kepada seluruh dosen dan staf akademik agar terus mendampingi mahasiswa dengan bijak, memberikan ruang diskusi yang sehat, serta menyalurkan aspirasi melalui jalur yang konstitusional.
Jaga Kedamaian di Tengah Gejolak
Situasi di Jakarta dan kota-kota besar lain memang sedang menjadi sorotan nasional. Namun, di Maumere dan Kabupaten Sikka secara umum, kehidupan masyarakat masih berlangsung relatif tenang. Erwin berharap ketenangan itu terus terjaga sebagai wujud kontribusi daerah dalam memperkuat persatuan Indonesia.
“Dari Maumere, dari Nusa Tenggara Timur, kita suarakan kedamaian. Karena bangsa ini hanya bisa maju bila kita bersama-sama menjaga persaudaraan,” tutupnya.
Dengan pernyataan ini, Universitas Muhammadiyah Maumere ingin menegaskan sikapnya: tetap berdiri di garis depan untuk membangun peradaban ilmu, sekaligus menjadi penopang kedamaian bangsa di tengah gelombang demonstrasi yang kini melanda ibu kota dan daerah lain di Indonesia. Wiliam
Penulis : Wiliam
Editor : redaksi
Sumber Berita : nasional










