Program MBG di Sikka Layani 46.449 Penerima Manfaat dan Serap 815 Tenaga Kerja

- Reporter

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para siswa di SDK Bhaktiyarsa, Kota Maumere, Kabupaten Sikka tengah menikmati paket makan bergizi beberapa waktu lalu.

Para siswa di SDK Bhaktiyarsa, Kota Maumere, Kabupaten Sikka tengah menikmati paket makan bergizi beberapa waktu lalu.

 

MAUMERE-TAJUKNTT- Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatatkan progres yang luar biasa hingga penghujung Februari 2026. Program yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia ini tidak hanya berhasil menjangkau puluhan ribu jiwa, tetapi juga mulai menggerakkan roda ekonomi lokal secara masif melalui pengoperasian belasan satuan pelayanan.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sikka, Egenius Djara, mengungkapkan bahwa hingga akhir Februari 2026, tercatat sebanyak 46.449 orang telah menjadi penerima manfaat aktif dari program ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perkembangan di Kabupaten Sikka menunjukkan tren yang sangat signifikan. Kami tidak hanya bicara soal pemberian makan, tapi soal bagaimana ekosistem gizi ini terbentuk dari hulu ke hilir di seluruh wilayah Sikka,” ujar Egenius saat diwawancarai media ini di Maumere, Kamis (26/2/2026) siang.

Dikatakan Egen, demikian ia disapa, data menunjukkan bahwa penerima manfaat didominasi oleh sektor pendidikan, mulai dari pendidikan umum hingga keagamaan. Namun, program ini juga menyentuh kelompok krusial dalam pencegahan stunting, yakni balita dan ibu hamil.

Ia merincikan, berdasarkan data resmi SPPG Kabupaten Sikka, penerima manfaat adalah sebagai berikut:

  • Pendidikan Dasar & Menengah: SD (13.922), SMP (8.040), dan SMA/SMK (12.388).
  • Pendidikan Anak Usia Dini: PAUD/TK (3.282) dan RA (169).
  • Pendidikan Keagamaan: MIS (630), MI (280), MTS (104), dan Seminari (251).
  • Pendidikan Khusus: SLB (488).
  • Tenaga Pendidik: Guru dan Tenaga Kependidikan sebanyak 3.917 orang.
  • Kelompok Rentan: Balita (2.003), Ibu Hamil/Bumil (360), dan Ibu Menyusui/Busui (615).

“Kami memastikan setiap elemen, termasuk para guru yang membimbing anak-anak kita, juga mendapatkan perhatian gizi yang sama,” tambah Egenius.

Multiplier Effect: Lapangan Kerja dan Kemitraan Lokal

Dijelaskan Egenius Djara, keberhasilan jangkauan ini didukung oleh kesiapan infrastruktur layanan yang terus bertumbuh. Hingga Februari 2026, terdapat 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah aktif beroperasi di berbagai titik. Menurutnya, mayoritas pengelolaan SPPG ini melibatkan kemitraan aktif dengan masyarakat lokal dan yayasan.

Egenius memaparkan rencana ekspansi besar-besaran yang akan dilakukan pada bulan mendatang. “Bulan Maret nanti, satu lagi SPPG siap beroperasi untuk melayani tambahan 3.019 penerima manfaat. Selain itu, kami sedang mengawal pembangunan 8 SPPG Aglomerasi,” jelasnya.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sikka, Egenius Djara.

Tidak berhenti di situ, perhatian khusus diberikan pada wilayah geografis yang sulit. Saat ini, terdapat 5 SPPG Terpencil yang sudah selesai melalui proses appraisal dan segera beroperasi. Beberapa titik SPPG Terpencil lainnya pun kini sedang dalam tahap konstruksi fisik.

Egenius Djara menuturkan, salah satu dampak paling nyata dari Program MBG di Sikka adalah penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai 815 orang. Para pekerja ini mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala SPPG, Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan, Koordinator Lapangan, hingga tenaga operasional seperti juru masak, petugas distribusi, kebersihan, dan keamanan.

Selain tenaga kerja formal, program ini juga memberdayakan 287 kader di lapangan untuk membantu proses distribusi makanan di posyandu-posyandu.

“Dari sisi ekonomi kerakyatan, tercatat sebanyak 129 suplier lokal telah menjadi mitra penyedia bahan baku. Rantai pasok ini melibatkan pelaku UMKM, petani perorangan, kelompok tani, koperasi, BUMDES, hingga pedagang pasar tradisional,” ungkapnya.

“Ini adalah bukti bahwa MBG bukan sekadar program sosial, tapi juga program ekonomi. Uang berputar di Sikka, diserap oleh petani kita, dikelola oleh tenaga kerja kita, dan dinikmati oleh anak-anak kita. Kami optimis Kabupaten Sikka bisa menjadi role model nasional dalam implementasi MBG,” tutup Egenius Djara.

 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah
Rekan Kerja Meninggal Tak Wajar, Guru SMPN Nuba Arat Mogok Kerja dan Datangi Dinas PKO Sikka
Bupati Sikka Temui Wakil Menteri Perhubungan, Perjuangkan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Aewige
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Rabu, 15 April 2026 - 11:19 WITA

LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota

Rabu, 15 April 2026 - 07:41 WITA

Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Berita Terbaru