BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Kilat, Janjikan Layanan JKN Respons di Bawah 5 Menit

- Reporter

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan

Jakarta-Tajukntt.id , 15 April 2026 — Direksi baru BPJS Kesehatan periode 2026–2031 langsung tancap gas dengan meluncurkan delapan program unggulan bertajuk Quick Wins, yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama. Program ini difokuskan untuk menjawab keluhan klasik peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): layanan lambat dan kurang solutif.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa pembaruan ini menempatkan kebutuhan peserta sebagai pusat layanan. Empat program diarahkan pada pendekatan customer centric, sementara empat lainnya berbasis kolaborasi lintas sektor.

Salah satu terobosan utama adalah optimalisasi layanan administrasi berbasis digital melalui PANDAWA (Pelayanan Administrasi via WhatsApp) yang kini beroperasi 24 jam penuh. Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menetapkan standar baru: layanan prioritas harus direspons dalam waktu kurang dari lima menit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Kepesertaan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan bahwa layanan cepat ini mencakup pengurusan data kepesertaan, aktivasi kembali status JKN, hingga penambahan anggota keluarga, termasuk bayi baru lahir.

“Ini adalah standar baru pelayanan cepat yang kami persembahkan bagi peserta JKN,” ujarnya.

Selain percepatan layanan, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan program strategis lain seperti Iuran Kuat untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran melalui skema fleksibel, serta Prolanis Muda yang menyasar penderita penyakit kronis usia di bawah 45 tahun.

Di sisi efisiensi, lembaga ini mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) melalui sistem Intelligence Claim guna menekan potensi fraud dan mempercepat verifikasi klaim.

Langkah ini mendapat dukungan pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut inisiatif tersebut sebagai bagian dari transformasi menuju digital welfare state, di mana layanan publik bergerak dari reaktif menjadi proaktif.

“Digitalisasi memungkinkan layanan yang cepat, tepat, dan efisien,” kata Meutya.

Tak hanya itu, program kolaboratif juga digulirkan, mulai dari pemantauan kesehatan siswa, penguatan layanan di desa melalui koperasi, hingga perluasan akses layanan kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui kerja sama dengan TNI AL.

Dengan berbagai terobosan ini, BPJS Kesehatan berharap kualitas layanan JKN semakin meningkat dan mampu menjawab ekspektasi masyarakat terhadap akses kesehatan yang cepat, mudah, dan merata.

Komentar FB

Penulis : TajukNTT.id

Editor : TajukNTT.id

Sumber Berita : Rilis

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Emanuel Herdiyanto: Pernyataan Jusuf Kalla Bukan Penistaan, Tak Perlu Lapor Polisi
Pelindo Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Pemana
Pelindo Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Pemana Ditengah Kondisi Ekonomi Sedang Sulit
Jutaan Peserta JKN Terindikasi Risiko Penyakit Kronis, BPJS Perkuat Skrining
Prodi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere Raih Akreditasi “Unggul”
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Buka Saat Mudik Lebaran 2026, Posko Kesehatan Disiapkan di Jalur Padat
21 Layanan dan Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, Ini Dasar Hukumnya
KDM “Gasss” Jemput 13 LC ke Maumere, Manto Eri Tantang: Jangan Setengah Jalan, Datangi 34 PUB Lain!
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 07:46 WITA

BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Kilat, Janjikan Layanan JKN Respons di Bawah 5 Menit

Senin, 13 April 2026 - 02:02 WITA

Emanuel Herdiyanto: Pernyataan Jusuf Kalla Bukan Penistaan, Tak Perlu Lapor Polisi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:52 WITA

Pelindo Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Pemana

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:37 WITA

Pelindo Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Pemana Ditengah Kondisi Ekonomi Sedang Sulit

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:20 WITA

Jutaan Peserta JKN Terindikasi Risiko Penyakit Kronis, BPJS Perkuat Skrining

Berita Terbaru