MAUMERE-tajukntt, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meminta kepada Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Tektonik di Kabupaten Sikka untuk tidak hanya fokus mengurus pengungsi di tempat evakuasi terpusat, tetapi juga terhadap pengungsi mandiri di wilayah Kabupaten Sikka.
“Jangan hanya urus yang terpusat. Tidak adil. Banyak pengungsi yang mandiri. Mereka jangan dilupakan. Tidak boleh memaksa masyarakat mau tinggal di rumahnya, kita tidak bisa paksa. Jangan hanya di depan mata aja dilayani, tapi yang jauh jauh ini tidak diperhatikan. Syukur syukur mereka mau evakuasi terpusat, tapi kalau gak mau, jangan dipaksa,” ujarnya saat rapat koordinasi Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Tektonik Kabupaten Sikka di Kantor BPBD Sikka, Selasa, 18/08/2026
Dalam rapat tersebut, ia meminta terhadap satgas penanggulangan bencana Kabupaten Sikka untuk segera membereskan penanganan pengungsi gempa di Kabupaten Sikka dalam waktu seminggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya apresiasi karena sudah terbentuk satgas daerah. Jadi pak bupati bertanggungjawab terhadap Kabupaten Sikka dibantu oleh Forkopimda. Sedangkan BNPB telah membentuk satgas nasional dan akan mendampingi sampai pulih 7 kabupaten terdampak gempa sejak tanggap darurat. Selama persoalan tidak bisa dipecahkan di tingkat kabupaten, silahkan dilaporkan ke kami,” ujarnya.
“Seminggu ini target pelayanan kepada masyarakat pengungsi harus sudah beres. Dapur umum dan lainnya harus sudah ada. Tendanya harus bagus harus ada alasnya, ada tempat tidur yang layak, ada selimut, ada penerangan, harus ada tenaga Kesehatan, MCK sesuai teori dasar BPBD,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, ia meminta agar ada penambahan personil satgas di lapangan. “Kalau tidak punya personil, minta ke Dandim, ke Danlanal, ke Kapolres, ke BPBD ke relawan. Tadi saya lihat personil, masih nggak puas. Nanti dikasih uang makan, uang saku. Jadi yang kerja satu hari sampai malampun semangat. Targetnya, saya minta sampai hari Sabtu nanti, urusan masyarakat pengungsi, makan minum, tenda dan segala macam harus pulih,” tegasnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Sikka untuk tidak termakan hoax atas informasi tentang gempa besar di media sosial. “Ada informasi di medsos bahwa akan ada susulan sampai magnitude 8, mana datanya. Itu hoax. Tolong kita semua sampaikan kepada masyarakat bahwa info itu tidak benar,” tandasnya.
Penulis : Vianey
Editor : redaksi










