Pengungsi Mandiri Wuring Laut dan Wolomarang, Sikka Keluhkan Bantuan Belum Menjangkau Mereka: “Kami Pinjam Beras Antar Tetangga”

- Reporter

Friday, 21 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Sejumlah warga yang mengungsi secara mandiri dari kawasan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mendatangi Posko Pengaduan Call Center Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Jumat (20/8/2026) sore.

Kedatangan warga tersebut untuk menyampaikan kondisi pengungsi mandiri di wilayah Wuring yang hingga kini disebut belum sepenuhnya mendapatkan bantuan pemerintah pascagempa bumi Flores.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haji Rosman, perwakilan warga Wuring Laut, mengatakan terdapat sekitar 100 kepala keluarga (KK) di wilayahnya yang terdampak dan membutuhkan bantuan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, baru sekitar 10 KK yang terdata untuk mendapatkan bantuan melalui Kelurahan Wolomarang.

“Dari sekitar 100 KK, yang sudah ter-cover bantuan pemerintah melalui Kelurahan Wolomarang baru 10 KK. Data ini sudah kami sampaikan ke kelurahan,” ujar Haji Rosman saat ditemui di Posko Pengaduan AWAS.

Menurut dia, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sikka yang disalurkan melalui kelurahan tersebut pun hingga Jumat sore belum diterima oleh warga. Mereka masih menunggu bantuan yang dijanjikan akan disalurkan pada sore atau malam hari.

“Bantuan ini pun belum diterima. Janjinya sore atau malam ini baru bantuannya diterima,” ungkapnya.

Haji Rosman menjelaskan, warga yang belum mendapatkan bantuan memilih mengungsi secara mandiri di sejumlah tempat. Sebagian masih bertahan di atas perahu karena harus menjaga perahu dan aktivitas mereka, sementara lainnya tinggal sementara di teras rumah, kos-kosan, maupun lokasi pengungsian yang disiapkan secara mandiri.

Selain itu, sekitar 50 KK disebut mengungsi di Posko PDIP. Warga tersebut berasal dari wilayah RT 42/RW 09.

“Yang baru dapat bantuan baru 10 KK,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga kini bantuan pemerintah belum masuk langsung ke kawasan Wuring Laut. Menurutnya, pihak yang pernah datang ke lokasi sejauh ini antara lain personel Satlantas Polres Sikka yang meninjau kondisi warga.

Haji Rosman datang bersama Dona Solong, warga Wuring Leko, untuk menyampaikan kondisi warga yang masih bertahan dengan keterbatasan kebutuhan dasar.

“Sampai sekarang warga kami belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Sikka,” ujar Haji Rosman.

Kondisi serupa juga disampaikan Dona Solong. Ia mengatakan, keterbatasan persediaan makanan mulai dirasakan warga yang memilih mengungsi mandiri.

Bahkan, sebagian warga kini mulai saling meminjam beras kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Warga sekarang sudah mulai pinjam-pinjam beras antar tetangga untuk konsumsi setiap harinya,” kata Dona.

Menurutnya, sebagian warga sebenarnya ingin mengungsi ke lokasi pengungsian terpusat di Gelora Samador Maumere. Namun, kondisi mereka tidak memungkinkan untuk meninggalkan rumah maupun perahu yang menjadi sumber penghidupan.

“Kami mau sekali mengungsi di Gelora, tapi karena harus jaga perahu, jaga rumah, makanya kami tidak ke sana,” ungkap Dona.

Warga Kelurahan Wolomarang yang terdampak gempa bumi Flores tidak mendapatkan bantuan hingga tujuh hari pasca gempa pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.

Pengaduan serupa datang dari warga RT 20 RW 04, Kelurahan Wolomarang, Agus Cawa. Ia menuturkan, sebanyak 110 jiwa dari 33 KK yang mengungsi mandiri di depan rumah mereka mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

“Di antara mereka ada seorang ibu hamil. Selama tujuh hari mereka tidur di luar rumah hanya beratap terpal dan beralas tikar,” ungkapnya.

Ia mengatakan, mereka tidak bisa bertindak banyak untuk pemenuhan hidup karena selalu dalam situasi waspada mengingat gempa susulan terus terjadi setiap harinya.

“Kita di sini profesinya nelayan dan ojek. Mau melaut mereka takut,” kata dia.

Menurut Agus, warga membutuhkan bantuan berupa makanan, tenda, serta obat-obatan untuk anak-anak.
Sebelumnya, mereka telah menyerahkan data ke pihak kelurahan dengan harapan mendapatkan bantuan.

“Tapi sampai sekarang sama sekali tidak ada informasi. RT pun tidak bergerak,” kata Agus

Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan pendataan ulang dan memastikan bantuan kebutuhan dasar menjangkau pengungsi mandiri yang berada di kawasan Wuring, termasuk warga yang memilih tetap bertahan di sekitar rumah dan perahu karena alasan keamanan maupun mata pencaharian.

Mereka juga berharap mekanisme penyaluran bantuan tidak hanya terfokus pada pengungsian terpusat, tetapi turut memperhatikan warga yang mengungsi secara mandiri di lingkungan permukiman.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantu Pemulihan Pascagempa, Golkar Salurkan 50 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sembilan Kabupaten di NTT
Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih
Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka
BPJS Ketenagakerjaan Sikka Sosialisasikan MLT, Pekerja Bisa Ajukan Kredit Rumah lewat BTN
Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka
Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka
Sumber Air Mengering, Warga Desa Wolomotong, Sikka Alami Krisis Air Bersih
Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 01:11 WITA

Bantu Pemulihan Pascagempa, Golkar Salurkan 50 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sembilan Kabupaten di NTT

Saturday, 10 October 2026 - 07:16 WITA

Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih

Saturday, 10 October 2026 - 06:42 WITA

Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:49 WITA

Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:45 WITA

Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka

Berita Terbaru