MAUMERE-Pengurus PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan ajang kompetisi Pertiwi Cup 2026 sebagai wadah pemantauan bakat (talent scouting) untuk membina dan menyaring pemain-pemain potensial dari seluruh wilayah NTT.
Tim pemantau bakat PSSI NTT yang dipimpin oleh Patrik Domal yang juga pelatih berlisensi A Nasional turun langsung mengamati jalannya pertandingan perdana yang mempertemukan Persap Alor melawan Nirwana 04 Nagekeo.
Dalam sesi wawancara usai laga perdana, Patrik Domal menyampaikan bahwa proses pemantauan bakat tidak akan berhenti pada turnamen ini saja. Pembentukan tim yang matang memerlukan pemantauan berkelanjutan di berbagai ajang regional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Perjalanan pemantauan bakat ini tidak berhenti di sini. Karena jumlah tim yang berpartisipasi masih terbatas, kami akan terus bergerak melakukan pemantauan, baik dalam turnamen yang diselenggarakan oleh PSSI NTT maupun PSSI kabupaten,” ujar Patrik Domal.
Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan guna mempersiapkan skuat terbaik Nusa Tenggara Timur untuk menghadapi ajang-ajang skala nasional ke depan, termasuk persiapan menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Piter Fomeny: Turnamen Sebagai Wadah Pembinaan dan Penjaringan Talenta
Wakil Sekretaris PSSI NTT sekaligus General Coordinator Soeratin Cup & Piala Pertiwi 2026, Piter Fomeny, menyampaikan bahwa gelaran turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi rutin, melainkan sarana efektif untuk mendeteksi potensi atlet sepak bola daerah sejak dini.
Piter, yang juga menjabat sebagai Direktur Teknis PSSI NTT, menjelaskan bahwa PSSI NTT menerjunkan tim teknis dan pemantau bakat secara langsung ke lapangan guna mengamati performa para pemain di setiap laga.
“Pengamatan kami pertandingan hari pertama, hari kedua hingga hari ini cukup baik dengan kondisi Maumere yang cukup panas, tim-tim juga mempersiapkan diri dengan baik. Seperti tadi pagi, baru pertandingan perdana, rata-rata tim masih bergerak naik. Msing-masing tim main empat kali. Pada laga kedua, ketiga dan keempatnya bisa lebih menunjukkan permainan terbaiknya,” ungkapnya.
Terkait Pertiwi Cup, Piter Fomeny menambahkan turnamen ini diikuti oleh 4 tim. Yang sudah bertanding pagi tadi Persap Alor melawan Nirwana 04 Nagekeo, nanti ada tim tuan rumah Persami Maumere dan Tim Persada Sumba Barat Daya yang akan bertandinga pada 31 Juli.
Lanjutnya, turnamen ini tidak ada finalnya, yang ada setengah kompetisi. Jadi siapa poin tertinggi akan keluar sebagai pemenang.
Terkait baru 4 tim yang mengikuti Pertiwi Cup 2026, Piter Fomeny menuturkan, ini adalah pertandingan perdana, dan bagi PSSI NTT berapa pun tim yang terlibat sejalan dengan instruksi Ketua PSSI NTT, kita harus memulai, apalagi tahun 2028 ini, NTT tuan rumah PON dan NTT otomatis lolos menjadi salah satu kontestan dalam PON 2028.
“Oleh karena itu, kita memulai hari ini, masih ada cukup waktu untuk kita akan berbenah. Nanti kita akan mendorong kabupaten-kabupaten untuk membuat event-event putrinya dan nanti kita akan pikirkan bisa membuat event putri untuk menjaring lagi lebih banyak peserta,” terangnya.
Ia menegaskan, evaluasi teknis dan pemantauan yang ketat akan terus dilakukan sepanjang kompetisi berjalan agar para pemain terpilih benar-benar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.
Pihak panitia dan pengurus PSSI NTT pun mengimbau kepada seluruh tim peserta, official, dan para pemain yang akan bertanding untuk terus menunjukkan permainan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta memanfaatkan panggung ini sebagai batu loncatan karier sepak bola mereka.









