MAUMERE-Gelaran turnamen sepak bola Soeratin Cup U-17 dan Pertiwi Cup di Stadion Gelora Samador, Maumere, menjadi pemantik geliat ekonomi rakyat di Kabupaten Sikka.
Sebanyak 32 lapak UMKM resmi dihadirkan untuk meramaikan kawasan stadion dan memanjakan ribuan penonton, atlet, serta official dari berbagai kabupaten se provinsi Nusa Tenggara Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator UMKM, Isye Fernandez, mengungkapkan bahwa kita patut berterima kasih dan berbangga karena Kabupaten Sikka ditunjuk sebagai tuan rumah. Sebagai UMKM di Kabupaten Sikka, kami tergerak untuk melakukan promosi produk-produk UMKM selama gelaran Soeratin Cup yang tentunya lebih berfokus pada makanan dan minuman.
Menurutnya, sektor makanan dan minuman merupakan penyumbang terbesar perputaran ekonomi warga lokal selama event berlangsung.
”Kontribusi UMKM kuliner di Kabupaten Sikka ini vital, mencapai 65 hingga 70 persen bagi perputaran ekonomi warga. Orang datang untuk nonton bola, pasti butuh makan dan minum. Ini adalah peluang besar bagi mama-mama pedagang dan pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk mereka,” ujar Isye saat ditemui di Kompleks Stadion Gelora Samador, Selasa (28/7/2026) pagi.
Penataan 32 Lapak Terdata Resmi

Guna memastikan keterlibatan pelaku usaha lokal berjalan tertata dan rapi, pihak koordinator membatasi serta mencatat secara resmi unit usaha yang diizinkan berjualan.
”Total terdata ada 32 lapak UMKM yang meramaikan turnamen ini. Rinciannya, 25 lapak diperuntukkan bagi pelaku usaha super mikro atau yang paling kecil, dan 8 lapak sisanya merupakan tenda-tenda besar dari pedagang yang sudah terbiasa membawa perlengkapan sendiri untuk berjualan,” jelas Isye.
Dikatakan Isye, pendataan dan pendaftaran lapak telah ditutup secara resmi pada hari Sabtu lalu. Langkah penguncian kuota ini untuk menata para pedagang yang berjualan, sehingga tertata dan para pelaku UMKM terdaftar bisa memperoleh penghasilan yang maksimal.
“Keberadaan fasilitas pendukung berupa tenda juga mendapat sokongan kerja sama dari beberapa perusahaan mitra UMKM,” ungkapnya.

Dikatakan Isye Fernandez, evaluasi dari hari pertama hingga hari keempat menunjukkan angka penjualan sempat melonjak tinggi pada dua hari pertama. Namun, pada hari ketiga dan keempat, penjualan sedikit melandai karena fluktuasi jumlah penonton pada jadwal pertandingan pagi hari.
Meski demikian, Isye dan para pedagang optimis perputaran uang akan kembali melambung tinggi pada pertandingan-pertandingan krusial (big match), khususnya pada laga sore hari.
”Kami yakin pada pertandingan sore hari, seperti laga antara Perse Ende melawan Persami Maumere, masyarakat Kabupaten Sikka maupun suporter dari Ende akan turun dalam jumlah yang jauh lebih banyak. Begitu pula saat laga battle lainnya seperti Flores Timur melawan Sikka,” tegas Isye.
Penataan Lapak UMKM untuk Turnamen Mendatang

Ia juga menambahkan, sejumlah masukan agar penataan lapak pedagang pada turnamen mendatang dapat berjalan lebih efektif dan nyaman.
”Untuk saat ini penataan memang terkoordinir di satu sentra saja, yakni di sisi sebelah selatan. Masukan kami untuk turnamen ke depan, sebaiknya penataan lapak dilakukan di empat titik sesuai arah mata angin,” ujar Isye.
Menurut Isye, penyebaran titik lapak ini penting agar para penonton tidak perlu berjalan jauh hanya untuk membeli makanan atau minuman. Selain itu, pola penyebaran ini dinilai dapat memberikan pemerataan akses pembeli bagi seluruh pedagang UMKM yang terlibat.

”Kondisi lapangan kita ini kan panas. Kami berharap ada dukungan penyiraman lapangan agar area sekitar tidak berdebu, mengingat teman-teman UMKM ini menjual makanan dan minuman,” tambahnya.
Sementara mengenai pengelolaan sampah, Isye memastikan bahwa pihak koordinator telah mengimbau dan mewajibkan setiap lapak UMKM untuk menyediakan kantong sampah masing-masing guna menjaga kebersihan lokasi turnamen.
Lanjutnya, guna memberikan kepastian dan kenyamanan dalam berjualan, pihak koordinator juga telah membekali seluruh pedagang terdaftar dengan kartu tanda pengenal (ID Card).
Isye menjelaskan bahwa biaya pendaftaran yang disetorkan para pelaku usaha telah diakomodasi kembali dalam bentuk fasilitas pendukung, termasuk pencetakan ID Card resmi.
”Dengan adanya ID Card ini, para pedagang tidak dipersulit oleh petugas di pintu masuk. Panitia tahu betul bahwa mereka adalah pelaku UMKM resmi, sehingga proses mobilitas barang dan aktivitas penjualan bisa berjalan dengan leluasa dan teratur,” pungkas Isye.










