MAUMERE-Tuan rumah Persami Maumere menjamu Perse Ende dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 2026 di Stadion Gelora Samador, Selasa (28/7/2026) sore. Pertandingan yang dipimpin wasit Stefen Yulianus Betakore ini kick-off pukul 16.00 WITA.
Ribuan pendukung yang tergabung dalam Laskar Nian Tanah memadati tribun Stadion Gelora Samador untuk memberikan dukungan penuh kepada Persami Maumere. Hadir pula menyaksikan secara langsung di tribun utama, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laga baru berjalan tujuh menit, publik tuan rumah tersentak. Perse Ende sukses membuka keunggulan 1-0 melalui gol cepat yang dicetak oleh sang kapten tim bernomor punggung 19, Cristyan Alfiano Ba’i.
Tersentak oleh gol tersebut, Persami Maumere berupaya membalas dengan melancarkan sejumlah serangan intensif. Namun, benteng pertahanan Perse Ende tampil sangat kokoh, ditambah penampilan gemilang kiper mereka, Kristian Gavril Adelio Fua Mana, yang berulang kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas tuan rumah.
Tensi pertandingan yang tinggi membuat wasit mengeluarkan kartu kuning pertamanya pada menit ke-23 untuk pemain Perse Ende, Antonio Keycho Gedowolo, disusul kartu kuning berikutnya untuk Yohanes B. Mario Al Aja di menit ke-29.
Tak lama berselang, insiden handball di dalam kotak penalti Perse Ende membuat wasit menunjuk titik putih untuk Persami Maumere. Namun, Klaus Miger (Claudius Ferrento Miger) yang dipercaya sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang emas tersebut setelah tendangan penaltinya membentur keras tiang gawang.

Untuk menyegarkan aliran bola, pelatih Persami Maumere langsung melakukan pergantian pemain lebih awal pada menit ke-31 dengan menarik keluar Yohanes Rainaldi Da Rato dan memasukkan Antonius Aditia.
Meski wasit memberikan tambahan waktu dua menit di akhir babak pertama, Persami belum mampu menyamakan kedudukan. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan sementara Perse Ende 1-0 atas Persami Maumere.
Memasuki babak kedua, jual beli serangan berlanjut di bawah pengawasan asisten wasit Apolonarius Rauk Lebao dan Juventus Nahak Tahu. Persami kembali melakukan penyegaran lini depan pada menit ke-61 dengan memasukkan Yohanes Aprianus Nong Jefri menggantikan Aloysius Ambo Fernandez. Namun, Nong Jefri langsung diganjar kartu kuning tak lama setelah masuk, disusul kartu kuning untuk pemain Persami lainnya, Samuel Vileno Ferdinand Ngarbingan, pada menit ke-64.

Perse Ende merespons dengan melakukan perombakan besar-besaran pada menit ke-66, mengganti empat pemain sekaligus yaitu Antonio Keycho Gedowolo, Yohanes B. Mario Al Aja, Martino Alves, serta sang pencetak gol Cristyan Alfiano Ba’i dengan memasukkan Orian Tores Henuk, Agustinus Alonso Raja, Danish Syahir, dan Bima Marjuki.
Kerasnya babak kedua juga diwarnai kartu kuning untuk dua pemain bertahan Perse Ende, Agustinus Alonso Raja (menit 72) dan Gabriel Spagnoly Riwu (menit 74). Persami sempat memasukkan Muhammad Fardan pada menit ke-85 menggantikan Nazril Afrian, namun hingga tambahan waktu 6 menit dari wasit berakhir, kedudukan tetap tidak berubah untuk kemenangan Perse Ende 1-0.
Dasril: Tertinggal Cepat Buat Tim Terburu-buru

Pelatih Kepala Persami Maumere, Dasril dalam konpers usai pertandingan mengatakan, ketika babak pertama, anak-anak kaget ketika gol unggul cepat dari Perse Ende. “Kita mulai bangun ritme terlalu terburu-buru di babak pertama, itu yang membuat kita sulit,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa pertahanan Perse yang luar biasa apalagi kipernya luar biasa. Menurutnya, ada 15 kali tendangan soot on target, tidak pernah masuk gol atau menjebol gawang Perse Ende.
Terkait finish yang tidak maksimal, kata Dasril bukan dikarenakan faktor lapangan hanya karena mungkin tensi permainan terlalu tinggi, Klaus Miger kapten tim pun terburu-buru mengambil penalti, sebenarnya ada instruksi, hanya dia terburu-buru ambil penalti.
“Tetapi ini bukan kegagalan kapten saya, ini pelajaran buat kita bahwa ketika kita tertinggal, kita tidak boleh bermain terburu-buru,” ungkapnya.
Dasril juga mengungkapkan keseluruhan pertandingan hari ini akan menjadi evaluasi, baik dari lini depan, lini belakang dan proses bola mati. Ini akan dievaluasi pihaknya.










