MAUMERE- Turnamen Catur antar-ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka, instansi vertikal, TNI, Polri, BUMN, dan BUMD digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Turnamen tersebut resmi dimulai di Kabupaten Sikka pada Sabtu (8/7/2026) pagi di Kantor Disnakertrans Sikka. Pertandingan menggunakan sistem Swiss Manager dengan total tujuh babak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Turnamen Catur, Petrus Robi Lori, mengatakan turnamen tersebut digelar dengan semangat untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarpeserta dari berbagai instansi.
Menurut Petrus, dari hasil pendaftaran awal sebenarnya terdapat 30 calon peserta. Namun, setelah pelaksanaan technical meeting, jumlah peserta yang mengikuti turnamen ditetapkan sebanyak 26 orang.
“Semestinya sebanyak 30 orang. Tetapi kita semua tahu, hasil technical meeting kali ini hanya 26 orang,” kata Petrus dalam laporan panitia.
Ia menjelaskan, pertandingan menggunakan peraturan Federasi Catur Internasional (FIDE) dan sistem Swiss Manager sebanyak tujuh babak. Dari tujuh babak tersebut, tiga babak dimainkan pada Sabtu, 8 Agustus, kemudian dua babak pada Senin dan dua babak pada Selasa.

Petrus mengatakan, turnamen tersebut lahir dari semangat untuk menghadirkan kegiatan olahraga dalam rangkaian peringatan HUT RI, meskipun panitia menghadapi keterbatasan waktu, tenaga, dan anggaran.
“Keterbatasan ini karena kita keterbatasan waktu, kita keterbatasan tenaga, dan keterbatasan dana. Tetapi karena semangat itu, maka terselenggaranya kegiatan hari ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT RI, tetapi juga mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta dalam olahraga catur serta mempererat hubungan antarlembaga.
“Maksud dan tujuan ini hanya untuk memeriahkan, sekaligus mengembangkan potensi minat bakat peserta catur dan menjalin kebersamaan serta mempererat silaturahmi antar-ASN yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka, instansi vertikal, teman-teman TNI, Polri, BUMN, dan BUMD,” katanya.
Catur Butuh Ketenangan dan Strategi
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe, yang juga merupakan salah satu penggagas turnamen, mengatakan catur bukan sekadar permainan untuk menentukan siapa yang paling hebat.
Menurutnya, permainan catur membutuhkan ketenangan dan kemampuan membaca strategi lawan.
“Catur bagi saya itu bukan anda hebat lalu Alanda memenangkan pertandingan. Anda hanya dibutuhkan ketenangan untuk bisa membaca lawan, permainan lawan. Jika tidak, Anda akan terkecoh dengan permainan Anda sendiri,” ujar Verdinando.
Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi awal untuk mengembangkan olahraga catur di Kabupaten Sikka secara lebih luas.
Verdinando juga mendorong Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sikka untuk terus bekerja sama menyelenggarakan berbagai turnamen sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik menekuni olahraga tersebut.
“Saya berharap bahwa dalam catur ini kita ke depan bisa mengembangkan cabang olahraga ini menjadi luar biasa,” katanya.
Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kabupaten Sikka, Very Awales, memberikan apresiasi kepada Dinas Nakertrans Sikka dan Percasi Sikka yang menggelar turnamen tersebut.
Menurut Very, animo masyarakat Sikka terhadap olahraga catur cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan masyarakat setelah informasi turnamen disebarluaskan melalui media sosial dan radio.
Bahkan, kata dia, sejumlah pecatur yang tidak masuk dalam kategori peserta turnamen antar-instansi mempertanyakan kemungkinan untuk ikut bertanding.
“Animo masyarakat untuk bertanding atau bermain catur di Kabupaten Sikka cukup tinggi. Bahkan ketika pengumuman kita, pamflet kita disebarkan ke seluruh media sosial, juga pengumuman di radio, banyak yang bertanya kepada kami panitia kabupaten, apakah kami yang di luar ini tidak boleh mendaftar?” ujar Very.

Ia mengatakan kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi Percasi Sikka untuk membuka ruang pertandingan yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pecatur yang telah pensiun.
Very juga mendorong agar olahraga catur tidak hanya berkembang di kalangan orang dewasa, tetapi mulai diperkenalkan dan dibina sejak usia sekolah.
Menurutnya, Sikka memiliki potensi talenta muda yang perlu dikembangkan agar tidak hanya menjadi pemain rekreasional, tetapi mampu berkompetisi hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
“Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk bisa mengajarkan dan memasyarakatkan olahraga jenis catur ini ke semua lini, termasuk juga anak-anak kita,” katanya.
Ia menilai catur dapat menjadi salah satu sarana untuk mengasah kemampuan berpikir, strategi, dan konsentrasi anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.
Very mengatakan turnamen catur tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Sikka. Sebelumnya, panitia telah menggelar turnamen futsal.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan HUT RI juga akan diisi dengan berbagai perlombaan, termasuk gerak jalan, Maumere Mencari Bakat, dan karnaval tingkat Kabupaten Sikka.
Turnamen catur tersebut dipimpin oleh wasit pertandingan dari Percasi Sikka, Dionisius Siga.
Hadir dalam pembukaan turnamen antara lain Ketua Percasi Kabupaten Sikka, Laurensius Laba; Kepala Dinas Nakertrans Sikka, Verdinando Lepe; serta Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kabupaten Sikka, Very Awales, para peserta turnamen catur dan staf Dinas Nakertrans Kabupaten Sikka.









