MAUMERE-tajukntt, Pemerintah Kelurahan Beru melakukan pendropingan bantuan sembako untuk 16 KK (62 jiwa), Selasa 18/08/2026.Ke-16 KK tersebut merupakan warga yang melakukan evakuasi mandiri di Lapangan Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sdikka pasca gempa susulan, Senin, 17/08/2026.
Lurah Kelurahan Beru, Elisabeth Neni Trinita, Selasa, 18/08/2026 menjelaskan, bantuan sembako dan perlengkapan bayi tersebut berasal dari posko Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.
Dikatakan, awalnya ada sekitar 100-an warga yang melakukan evakuasi mandiri pasca gempa susulan tersebut. Namun hingga sore, hanya 16 KK yang memilih bertahan dan bermalam di Lapangan Kota Baru. Lantaran itu, pemerintah Kelurahan Beru berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sikka agar bisa mendapatkan tenda bantuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh pihak BPPD menyampaikan bahwa tenda bantuan difokuskan untuk penyitas di wilayah yang terdampak paling parah serta di beberapa puskesmas yang terdampak gempa. “Namun demikian, pihak BPBD memberi bantuan logistik sembako untuk selanjutnya kita salurkan pada hari ini,” ujarnya.
Selain pendropingan bantuan kata dia, pemerintah Keluraha Beru juga melakukan pendataan terhadap bangunan rumah yang rusak terdampak gempa. “Dari data yang ter-update sampai dengan kemarin ada 10 bangunan yang retak,” jelasnya.

Ketua Lembaga Permberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Beru, Ruben Soludale menambahkan, selain warga Kelurahan Beru, ada juga warga Kelurahan Kota Baru yang melakukan evakuasi mandiri di Lapangan Kota Baru. terhadap penyitas dari Kelurahan Kota Baru, tetap dilakukan pendataan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kelurahan Kota Baru.
“Kita tidak bisa berbuat banyak sebab semua bantuan harus berkordinasi dengan BPBD Sikka. Terhadap warga dari Kelurahan Kota Baru kita tetap data untuk kita koordinasikan dengan Kelurahan Kota Baru sebagai penanggungjawab administrative wilayah mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Mama Rosmini, salah satu warga penyitas gempa, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada dia dan warga penyitas lainnya. “Terima kasih kepada pemerintah sudah perhatikan kami. Setidaknya ini sudah membantu kami,” ujarnya.
Selain mendapatkan bantuan, para warga penyitas juga diberi edukasi oleh pemerintah Kelurahan Beru untuk kembali ke rumah sembari tetap waspada terhadap gempa susulan. Hal itu dilakukan mengingat kondisi lapangan Kota Baru yang berdebu dapat berdampak terhadap kesehatan warga sendiri. Sejatinya mereka telah diarahkan untuk dievakuasi ke lokasi evakuasi terpusat di Gelora Samador, namun warga memilih tetap di Lapangan Kota Baru karena lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Penulis : Vianey
Editor : redaksi










