MAUMERE-Pelatih Perse Ende U-17, Gusto Kaju, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya meraih kemenangan 1-0 atas tuan rumah Persami Maumere U-17 pada lanjutan Piala Soeratin U-17 2026 di Stadion Gelora Samador, Selasa (28/7/2026) sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, menjaga mental pemain agar tidak terpancing tekanan dari tuan rumah menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan tersebut.
“Melawan tuan rumah Persami tentu tensi permainannya tinggi sekali. Di posisi mereka tertinggal itu tensinya makin panas. Tapi kami punya tips dan trik sendiri. Kalau menghadapi tuan rumah, pastinya kami akan menjaga mental pemain supaya jangan terprovokasi. Kami hanya fokus dengan permainan,” ujar Gusto usai pertandingan.
Laga yang dipimpin wasit Stefen Yulianus Betakore itu berlangsung di hadapan ribuan pendukung Persami yang tergabung dalam Laskar Nian Tanah. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi turut hadir menyaksikan pertandingan dari tribun utama.
Perse Ende langsung mengejutkan publik tuan rumah saat pertandingan baru berjalan tujuh menit. Sang kapten, Cristyan Alfiano Ba’i, sukses membobol gawang Persami dan membawa timnya unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persami berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun, rapatnya pertahanan Perse Ende dan penampilan gemilang penjaga gawang Kristian Gavril Adelio Fua Mana membuat sejumlah peluang Persami gagal berbuah gol.
Peluang terbaik Persami datang melalui titik penalti setelah wasit menilai terjadi handball di kotak terlarang Perse Ende. Sayangnya, eksekusi Claudius Ferrento Miger hanya membentur tiang gawang sehingga skor tetap bertahan 1-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persami kembali tampil menekan dan melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah daya gedor.
Di sisi lain, Perse Ende juga melakukan empat pergantian pemain sekaligus pada menit ke-66 untuk menjaga keseimbangan permainan.
Gusto mengakui timnya sempat mengalami kesulitan mengembangkan permainan karena faktor angin yang cukup kencang.
“Pada babak pertama dan babak kedua ada masalah sedikit dengan angin yang kencang. Kami agak setengah mati bermain bola panjang, jadi pola permainan kami tidak berjalan,” katanya.
Karena itu, pada babak kedua Perse Ende memilih mengubah ritme permainan agar lebih nyaman menjalankan strategi yang telah disiapkan.
“Pada babak kedua kami lebih mengatur ritme dan tempo supaya bisa lebih nyaman bermain sesuai dengan konsep kami,” ujarnya.
Menurut Gusto, tekanan Persami pada babak kedua memang semakin besar karena mereka berusaha mengejar ketertinggalan.
“Seperti biasa, tim yang tertinggal pasti mereka akan menaikkan ritme permainan. Ini yang membuat kami kesulitan, apalagi mereka menaikkan garis pertahanan. Seperti yang dilihat, kami bermain dengan setengah lapangan. Kami fokus di bertahan, jadi aman gawangnya,” katanya.
Hingga wasit meniup peluit panjang setelah tambahan waktu enam menit, Persami gagal memanfaatkan sejumlah peluang sehingga Perse Ende mempertahankan keunggulan 1-0.
Meski berhasil membawa pulang tiga poin, Gusto menegaskan kemenangan tersebut tidak membuat timnya cepat puas. Ia memastikan Perse Ende akan tetap bekerja keras menghadapi pertandingan selanjutnya.
“Dengan hasil hari ini tidak memberi rasa nyaman tersendiri, tetapi kami akan berusaha supaya lebih maksimal di pertandingan berikutnya,” ujarnya.










