MAUMERE-Lanjutan pertandingan Grup B Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 kembali mempertemukan duo Lamaholot, Biru Muda Perkasa BMP Flores Timur (BMP Flotim) vs Laskar Sembur Paus Persebata Lembata. Laga berlangsung di gelora Samador Maumere, Kamis (30/7/2026) pagi.
Saat pluit pertama dibunyikan wasit Bertholens Henuk dari Kota Kupang, kedua tim langsung mempertontonkan kepiawaian masing-masing dalam menggiring bola di lapangan hijau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak-anak BMP mencoba memainkan bola-bola pendek sambil berusaha menerobos pertahanan lawan. Namun beberapa tekanan di menit-menit awal masih dapat diamankan tiga pemain belakang Persebata Lembata.
Tak cuma pasrah, anak-anak dari Pulau Seribu Gunungapi, Persebata Lembata, memainkan gaya permainan bola-bola panjang, memanfaatkan kecepatan pemain sayap dan depan yang dimotori Marselus Uskono.
Namun hingga turun minum, tak ada satu pun gol yang tercipta. Dua tim yang pernah melakoni duel di laga final Soeratin U-15 Kota Kupang itu harus mengakhiri permainan di babak pertama dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua, Persebata Lembata dibawah asuhan Ode Irawan langsung tampil ganas. Usai sekian upaya yang mengancam gawang BMP yang dikawal Maftuh Ibrahim, Persebata Lembata akhirnya pecah telur.

Berawal dari tendangan bebas dari sayap kanan pasca pelanggaran, Arlan S. Dasi melepaskan tendangan akurat. Bola melesat cepat merobek jala BMP Flores Timur di menit ke-51. Persebata unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, anak-anak BMP Flotim yang dimanajeri Vinsen Ledor itu mencoba bangkit. Serangan cepat dari sayap kiri berhasil dimaksimalkan Christian Leonel. Melalui gocekan ringan, Christian sukses memperdayai Nursyal Al Hikami dan menorehkan gol penyama kedudukan di menit ke-62.
Beberapa kali baik BMP maupun Persebata mencoba kembali menambah pundi-pundi gol di waktu tersisa. Namun kedua tim yang didominasi anak-anak asuhan SSB dan SKO itu harus puas mengakhiri laga dengan saling berbagi poin.
Sementara itu, Asisten Pelatih tim Persebata, Heri Maulana memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya pertandingan sengit yang berakhir imbang dalam lanjutan turnamen sepak bola.
Hasil ini menjadi ajang nostalgia sekaligus evaluasi penting bagi skuad Persebata sebelum melakoni partai ketiga melawan Persewa Waingapu.
Pertemuan antara kedua tim kali ini menyuguhkan tensi dan dinamika permainan yang menarik. Heri Maulana mengungkapkan bahwa laga ini merupakan pertemuan kedua mereka setelah sebelumnya sempat saling berhadapan di partai puncak Final Piala Soeratin U-15 di Kota Kupang dua tahun lalu. Pertemuan berulang ini membuat kedua tim sudah saling memahami karakter dan skema permainan masing-masing di lapangan.
”Tanggapan saya mengenai permainan kedua tim sangat menarik, karena pertemuan ini untuk kali kedua bagi kami. Dua tahun lalu kami bertemu di final Soeratin U-15 di Kota Kupang. Secara permainan, kami sudah saling mengerti,” ujar Heri Maulana usai laga.
Meskipun mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang dinilai tampil lepas dan disiplin menjalankan instruksi taktik sesuai arahan sebelum laga, ia tak memungkiri adanya celah yang perlu segera diperbaiki. Lini pertahanan menjadi fokus utama evaluasi tim pelatih pasca-pertandingan.
Menurut analisisnya, terdapat momen krusial ketika para pemain bertahan kurang tepat dalam mengambil keputusan saat berada di bawah tekanan lawan. Kesalahan membuang bola ke samping yang seharusnya disapu bersih ke depan memberikan kesempatan bagi tim lawan untuk melancarkan tekanan balik hingga berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
”Evaluasinya ada di lini pertahanan. Ada beberapa bola yang seharusnya kita lepas ke depan pada saat posisi ditekan, justru dibuang ke samping oleh pemain. Hal itu berakibat pada tekanan balik dari lawan yang akhirnya berhasil meraih satu poin,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil imbang ini dijadikan bahan acuan penting untuk pembenahan taktik. Menjelang laga ketiga menghadapi Persewa Waingapu, jajaran pelatih Persebata menekankan pentingnya konsistensi dan kedisiplinan penuh dari seluruh skuad, baik dalam fase bertahan maupun menyerang.
Ia optimistis dengan semangat kerja sama tim (support) antar pemain, Persebata mampu tampil lebih solid dan mengamankan hasil maksimal pada pertandingan krusial berikutnya.
Menanggapi hasil imbang tersebut, Kapten Tim Persebata Lembata, Farhan Isrek menyampaikan rasa syukur atas keselamatan seluruh pemain yang telah berjuang di lapangan hingga peluit panjang dibunyikan.
”Pertama-tama puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, terima kasih dalam pertandingan ini kami selamat, sehat walafiat sampai selesai,” ungkap sang Kapten.
Kapten tim juga membeberkan salah satu kendala utama yang dihadapi timnya di lapangan, yakni perbedaan waktu pertandingan sore dan pagi hari. Pertandingan di pagi hari ini membuat para pemain harus bertanding di bawah terik matahari yang cukup menyengat, yang berdampak pada stamina dan performa tim.
”Pertandingan pertama mungkin kami main sore, jadi itu sudah terbiasa bagi kami. Tapi ini perdana kami bermain pagi, jadi mungkin kurang maksimal karena faktor cuaca dan terik matahari,” akunya.
Menjelang pertandingan ketiga, baik tim pelatih maupun kapten tim menegaskan komitmen mereka untuk segera melakukan pembenahan total. Skuad Persebata Lembata bertekad meningkatkan kualitas latihan agar bisa melaju mulus ke babak berikutnya.
”Ke depannya kami akan berlatih lebih keras dan lebih maksimal lagi untuk melaju ke babak selanjutnya,” pungkas sang kapten penuh optimisme.










