MAUMERE-Asisten Pelatih Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur, Vasco Tein Aramana mengapresiasi semangat juang para pemainnya setelah berhasil bangkit dari ketertinggalan dan memaksa Persebata Lembata bermain imbang 1-1 pada lanjutan Grup B Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 2026 di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis (30/7/2026) pagi.
Menurutnya, tim sempat kehilangan konsentrasi pada awal babak kedua hingga harus kebobolan. Namun, karakter dan kekompakan tim membuat para pemain mampu menguasai kembali jalannya pertandingan dan menyamakan kedudukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk pertandingan hari ini cukup seru karena kita tahu bersama bahwa tim Lembata ini salah satu kandidat yang cukup solid. Sebagian besar pemain mereka adalah jebolan Soeratin U-15 tahun 2024. Jadi ini bisa dibilang pertemuan kedua. Memang tadi di babak kedua kami hilang konsentrasi. Tetapi bersyukur anak-anak bisa bangkit kembali untuk mendominasi permainan mulai dari build up dari babak tengah ke depan. Itu terjadi karena kebersamaan tim yang cukup solid,” ujarnya usai pertandingan.
Sejak peluit pertama dibunyikan wasit Bertholens Henuk asal Kota Kupang, kedua tim langsung menyuguhkan permainan terbuka. BMP Flores Timur lebih banyak menguasai bola melalui umpan-umpan pendek dan mencoba membangun serangan dari lini tengah.
Namun rapatnya pertahanan Persebata membuat sejumlah peluang yang diciptakan belum mampu berbuah gol.

Persebata Lembata tak tinggal diam. Tim berjuluk Laskar Sembur Paus itu mengandalkan bola-bola panjang dengan memanfaatkan kecepatan pemain sayap dan lini depan yang dimotori Marselus Uskono. Meski silih berganti menciptakan peluang, kedua tim tetap gagal memecah kebuntuan hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, Persebata tampil lebih agresif. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-51. Berawal dari tendangan bebas di sisi kanan usai pelanggaran, Arlan S. Dasi melepaskan tendangan akurat yang gagal diantisipasi kiper BMP, Maftuh Ibrahim. Persebata unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat BMP meningkatkan tempo permainan. Serangan demi serangan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62. Christian Leonel berhasil memanfaatkan peluang dari sisi kiri, melewati pemain bertahan lawan sebelum menaklukkan kiper Nursyal Al Hikami untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Pada sisa pertandingan, kedua tim sama-sama berupaya mencetak gol kemenangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol sehingga laga sesama wakil Lamaholot itu harus berakhir dengan skor imbang.

Asisten Pelatih BMP juga menilai para pemain telah menjalankan seluruh instruksi tim pelatih dengan baik, meski kondisi cuaca cukup memengaruhi stamina pemain.
“Anak-anak sudah menjalankan instruksi mulai dari build up, bertahan sampai menyerang dengan maksimal. Namun kita tahu bersama faktor cuaca juga sangat mempengaruhi dan sangat menguras energi. Apalagi kami bermain pagi ketika matahari semakin terik, sehingga ada satu dua pemain yang daya tahannya terkuras,” katanya.
Terkait kepemimpinan wasit yang sempat memicu protes dari kubu BMP, ia memilih memberikan evaluasi secara konstruktif.
“Sebagai manusia tentu ada kekurangan. Kami sangat memaklumi karena tidak ada VAR. Tetapi mungkin ada satu dua hal yang perlu diperbaiki agar turnamen ini benar-benar bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Menghadapi pertandingan ketiga melawan Persewa Waingapu, BMP Flores Timur kini mengalihkan fokus untuk memburu kemenangan.
“Kami akan memfokuskan pertandingan berikutnya dengan maksimal agar bisa mendapatkan poin yang maksimal,” tegasnya.










