Longsor Tutup Jalan Waigete-Galit, Warga Egon Gahar Terisolasi, Anggota DPRD Sikka Desak Pemkab Buka Akses Warga

- Reporter

Tuesday, 18 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

l

MAUMERE-Longsor dan material batuan menutup ruas jalan Waigete–Galit, tepatnya di kawasan Kali Buwer, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Akibatnya, akses transportasi menuju Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, lumpuh total. Kendaraan tidak dapat melintasi jalur tersebut karena badan jalan tertutup material tanah dan batu dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruas Waigete-Galit merupakan akses penting bagi masyarakat Desa Egon Gahar untuk terhubung dengan wilayah Kecamatan Mapitara dan selanjutnya menuju jalur utama Trans Flores Larantuka–Maumere melalui Waigete.
Bagi warga, terputusnya akses tersebut bukan hanya persoalan transportasi.
Jalan itu selama ini digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, memenuhi kebutuhan ekonomi, hingga menjadi jalur evakuasi ketika terjadi kondisi darurat.

Salah satu persoalan yang paling dikhawatirkan warga adalah terputusnya akses menuju Puskesmas Mapitara. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk ibu hamil dan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Selain akses kesehatan, aktivitas perdagangan masyarakat juga terganggu. Warga Desa Egon Gahar selama ini menggunakan jalur tersebut untuk menuju sejumlah pasar lokal, di antaranya Pasar Natakoli dan Pasar Hale.

Aktivitas pendidikan turut terdampak. Anak-anak sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang hendak menuju sekolah di wilayah Mapitara mengalami kesulitan akibat akses jalan yang tidak dapat dilalui.

Hilarius Carvalho, warga Desa Egon Gahar, mengatakan masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sikka segera turun tangan membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

Menurutnya, kondisi jalan yang lumpuh membuat warga kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat kesulitan kalau mau berobat ke Puskesmas Mapitara. Anak-anak dan bapak ibu guru yang mengajar di SMPN Mapitara dan SDI Galit serta sekolah di sekitarnya juga tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Hilarius.

Ia meminta pemerintah tidak menunggu kondisi semakin parah untuk melakukan penanganan.
Hilarius juga menilai ruas tersebut memiliki arti penting bagi keselamatan masyarakat karena berada di kawasan yang memiliki risiko kebencanaan, termasuk aktivitas Gunung Egon.

“Jalan ini kalau tidak segera dibersihkan, kalau terjadi sesuatu dengan Gunung Egon, kami di satu desa ini bisa terjebak. Mau lari menuju Waigete juga sangat berisiko karena jalurnya berhadapan dengan Gunung Egon,” katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah segera membuka kembali akses tersebut sehingga masyarakat memiliki jalur keluar apabila terjadi keadaan darurat.

“Pemerintah tolong perhatikan kami. Kami juga korban gempa. Tolong segera buka dan perbaiki jalan ini,” pintanya.

Selain persoalan akses transportasi, Hilarius mengatakan masyarakat Desa Egon Gahar juga membutuhkan bantuan kebutuhan dasar pascagempa.

Menurutnya, warga membutuhkan makanan dan obat-obatan karena belum mendapatkan bantuan yang memadai sejak gempa terjadi.

“Kami juga butuh bantuan obat-obatan dan makanan karena semenjak gempa kami belum mendapatkan sentuhan bantuan pemerintah. Padahal kami juga sebagai korban gempa,” ungkapnya.

Terputusnya jalan membuat masyarakat semakin sulit bergerak. Warga tidak dapat menggunakan jalur utama menuju Pasar Hale, sementara sebagian masyarakat juga masih diliputi trauma untuk bepergian menuju Kota Maumere.

“Kami mau ke Pasar Hale tidak bisa karena ini jalur satu-satunya. Mau ke Kota Maumere juga masih trauma. Jadi kami seperti terjebak di Egon Gahar. Pemerintah tolong bantu kami,” lanjut Hilarius.

Bidan Desa Khawatirkan Ibu Hamil
Kekhawatiran juga disampaikan tenaga kesehatan di Desa Egon Gahar. Melalui unggahan di WhatsApp, Bidan Desa Egon Gahar menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ibu hamil di wilayah tersebut.

Ia berharap para ibu hamil di Desa Egon Gahar tetap dalam kondisi baik, mengingat akses menuju Puskesmas Mapitara saat ini terputus total.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dalam situasi darurat kesehatan, keterlambatan akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan risiko, terutama bagi ibu hamil yang sewaktu-waktu membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan medis.

Anggota DPRD Desak Buka Akses Jalan
Sementara itu, Anggota DPRD Sikka, Agato Hasulie kepada media ini menuturkan, ruas jalan Waigete-Galit, tepatnya di kawasan Kali Buwer saat ini mengalami longsor akibat gempa pada Sabtu (15/8/2026).

Mengingat vitalnya ruas jalan tersebut menjadi satu-satunya akses penguhung ke Puskesmas Mapitara dan desa lainnya di Kecamatan Mapitara, dirinya mendesak segera ada langkah penanganan dari Pemkab Sikka.

“Saya dengar kemarin tim dari Dinas PU Sikka sudah turun survey melihat langsung kondisi longsoran. Saya minta segera ada langkah penanganan dengan menurunkan excavator membersihkan longsoran yang menutupi seluruh badan jalan. Ini akses vital bagi warga Desa Egon Gahar,” ungkap Aleks Agato.

Untuk diketahui, Ruas Waigete-Galit melalui Kali Buwer memiliki posisi strategis karena menghubungkan permukiman warga dengan fasilitas kesehatan, sekolah, pasar, serta jaringan jalan utama Trans Flores.

Dalam situasi pascagempa, jalur tersebut semakin penting karena selain menjadi akses aktivitas sehari-hari, jalan itu juga berfungsi sebagai jalur evakuasi dan akses distribusi bantuan.
Masyarakat Desa Egon Gahar berharap pemerintah tidak melihat kerusakan jalan hanya sebagai persoalan infrastruktur, tetapi juga sebagai persoalan keselamatan dan kebutuhan dasar warga.

Kondisi jalan dalam dokumentasi warga menunjukkan material batuan dan tanah dalam jumlah besar menutup jalur. Kini, warga Desa Egon Gahar menunggu langkah pemerintah untuk membuka kembali ruas jalan Waigete-Galit agar akses kesehatan, pendidikan, aktivitas ekonomi, dan jalur evakuasi dapat kembali digunakan.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angka Kerusakan Bangunan Akibat Gempa di Wilayah Kabupaten Sikka Masih Bergerak
Kepala BNPB Minta Penanganan Penyitas Gempa di Sikka Beres dalam Seminggu, Tambah Personil, Kasih Uang Saku
Senator AWK Turun Langsung ke Palue, Bawa Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Gempa
Bantuan Logistik BNPB Tiba di Palue, Sikka, 600 Paket Sembako hingga 1,6 Ton Beras, Listrik Mulai Dipulihkan
Senator AWK Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak di Tarunggawang, Sikka
Bantuan Presiden, BNPB dan Kemhan Tiba di Maumere: 2.454 Koli Sembako dan 6 Koli Obat
Tanggap Darurat Gempa, Pemkab Sikka Kerahkan Seluruh OPD Distribusikan Bantuan ke 21 Kecamatan
BNPB Jelaskan Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere untuk Percepat Distribusi Logistik ke Sikka dan Ende
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 18 August 2026 - 13:13 WITA

Angka Kerusakan Bangunan Akibat Gempa di Wilayah Kabupaten Sikka Masih Bergerak

Tuesday, 18 August 2026 - 12:37 WITA

Kepala BNPB Minta Penanganan Penyitas Gempa di Sikka Beres dalam Seminggu, Tambah Personil, Kasih Uang Saku

Tuesday, 18 August 2026 - 02:50 WITA

Senator AWK Turun Langsung ke Palue, Bawa Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Gempa

Monday, 17 August 2026 - 23:31 WITA

Bantuan Logistik BNPB Tiba di Palue, Sikka, 600 Paket Sembako hingga 1,6 Ton Beras, Listrik Mulai Dipulihkan

Monday, 17 August 2026 - 23:25 WITA

Senator AWK Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak di Tarunggawang, Sikka

Berita Terbaru