MAUMERE-Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra, memberikan penjelasan terkait penempatan Pos Pendamping Nasional di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, yang menjadi salah satu pusat pendistribusian bantuan logistik untuk wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
Penjelasan tersebut disampaikan Bambang Surya Putra saat meninjau proses pendistribusian bantuan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka, Senin, 17/8/2026. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bambang menjelaskan, terdapat dua Pos Pendamping Nasional yang ditempatkan di kawasan bandara sebagai bagian dari strategi penanganan dan pendistribusian logistik bagi dua kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
Menurutnya, keputusan menjadikan Maumere sebagai salah satu titik pendukung distribusi logistik didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis dan operasional, terutama terkait aksesibilitas, kondisi operasional bandara, serta kecepatan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
“Penempatan posko di Maumere ini ada pertimbangan teknis. Ada dua bandara lainnya yang secara teknis masih terkendala untuk pendaratan. Karena itu, Maumere menjadi salah satu titik yang dapat mendukung operasi sekaligus meng-cover kebutuhan distribusi untuk Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende,” jelas Bambang.
Selain faktor operasional penerbangan, akses transportasi darat juga menjadi pertimbangan penting. Maumere dinilai memiliki konektivitas jalan darat yang relatif mudah untuk mendukung mobilisasi bantuan menuju sejumlah wilayah terdampak.
“Pertimbangannya juga adalah kecepatan distribusi. Dari Maumere, bantuan dapat segera didistribusikan melalui jalur darat, baik untuk wilayah Kabupaten Sikka maupun untuk mendukung Kabupaten Ende,” lanjutnya.
Bambang menegaskan, penempatan pusat pendistribusian logistik di Maumere bukan berarti bantuan untuk daerah lain terpusat atau hanya diprioritaskan untuk Kabupaten Sikka. Penempatan tersebut merupakan bagian dari strategi operasi nasional untuk memastikan bantuan dapat bergerak secepat mungkin menuju wilayah yang membutuhkan.
“Jadi ini bukan persoalan bantuan dipusatkan di Sikka, tetapi lebih kepada bagaimana kita mencari titik yang secara teknis paling memungkinkan untuk mempercepat distribusi ke dua wilayah, Sikka dan Ende,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam situasi tanggap darurat, aspek kecepatan, keamanan, aksesibilitas, dan kemampuan distribusi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan titik logistik.
Plt. Sekda Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sikka terus membangun koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait untuk memastikan bantuan yang masuk dapat segera diterima dan disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Prinsipnya adalah bagaimana seluruh bantuan yang datang dapat segera kita distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah Kabupaten Sikka terus berkoordinasi dengan BNPB dan semua pihak agar proses pendistribusian berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembaruan data terkait korban, kerusakan bangunan, fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat terus dilakukan sebagai dasar dalam menentukan prioritas penyaluran bantuan.
Dengan adanya dukungan Pos Pendamping Nasional BNPB di Maumere, diharapkan proses penerimaan, pengelolaan, dan pendistribusian bantuan logistik untuk wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende dapat berlangsung lebih efektif dan cepat.
Plt. Sekda Sikka juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan seluruh proses penanganan bencana dilakukan secara terbuka, terkoordinasi, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.










