MAUMERE-tajukntt, Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Flores, Sabtu 15/08/2026 pagi telah membawa dampak masif di beberapa Kabupaten di wilayah Flores. Update data BNPB tercatat, 68 korban jiwa, 213 korban luka luka, 7.968 rumah dan 744 fasilitas umum rusak.
Kerusakan terparah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai.
Tak hanya korban jiwa dan kerusakan insfrastruktur bangunan dan jalan, gempa yang berpusat di Mbay-Nagekeo tersebut juga menimbulkan trauma bagi warga. Di Kabupaten Sikka misalnya. Ribuan warga terpaksa harus dievakuasi ke 3 lokasi evakuasi terpusat; di Kelurahan Alok Barat, di Gelora Samador dan di Kangae.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain dievakuasi terpusat, ada juga warga yang melakukan evakuasi mandiri di sejumlah wilayah. Rata rata mereka adalah warga yang bermukim di pesisir Pantai Utara Kota Maumere. Maklum, sebagian besar dari mereka pernah merasakan gempa dahsyat pada tahun 1992 diikuti gelombang Tsunami yang menelan korban jiwa 2.500 orang.
Salah satu penyitas gempa adalah Mama Rosmini, warga RT 001/RW 001, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Bersama anak dan cucunya, janda 63 tahun yang sudah 2 bulan menderita sakit stroke itu memilih mengamankan diri di Lapangan Kota Baru pasca gempa susulan yang terjadi pada, Senin, 17/08/2026.

Mereka tidak sendiri, ada juga 15 KK warga Kelurahan Beru yang juga memilih bertahan di Lapangan Kota Baru. Totalnya ada 62 jiwa, termasuk anak anak. Mereka tidur dibawah tenda terpal seadanya beralaskan tikar dan bekas baliho.
“Kami sudah dua malam di sini. Rumah kami di pinggir pantai, sehingga kalau gempa rasanya besar sekali. Jalan masuk ke rumah juga susah. Sehingga saat gempa kemarin, kami amankan diri kesini. Saya dibawa anak anak saya ke sini dengan kursi roda pinjaman dari orang,” ungkapnya.
Sebelum sakit, Mama Rosmini berjualan nasi kuning dan es kecil kecilan. Namun, karena stroke, ia terpaksa berhenti berjualan. “Ingin berjualan lagi. Insya Allah kalau sudah sembuh,” ujarnya.
Mama Rosmini juga mengaku kalau ia dan anak anaknya ingin juga Kembali ke rumah secepatnya. “Kami juga mau pulang ke rumah, tetapi kalau tidak ada gempa lagi. Dan semoga tidak ada gempa lagi,” ungkapnya.
Penulis : Vianey
Editor : redaksi
Sumber Berita : NTT










