Angka Kerusakan Bangunan Akibat Gempa di Wilayah Kabupaten Sikka Masih Bergerak

- Reporter

Tuesday, 18 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka dan BNPB di Kantor  BPBD Sikka, Selasa, 18/08/2026

Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka dan BNPB di Kantor BPBD Sikka, Selasa, 18/08/2026

MAUMERE-tajukntt, Data kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa tektonik 7,7 Skala Richter (SR), Sabtu. 15/08/2026 di Kabupaten Sikka masih terus bergerak.

Data Pos Komando Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Sikka, hingga pukul 15.00 Wita, Selasa, 18/08/2028 tercatat, gempa yang berpusat di Mbay-Nagekeo menyebabkan 4 warga di Kabupaten Sikka meninggal dunia, luka berat 19 orang, luka ringan 22 orang dan kategori lainnya ada 7 orang.

Untuk bangunan rumah warga yang rusak sebanyak 1.540 rumah dengan kategori; rusak berat 731 rumah, rusak sedang 258 rumah, rusak ringan 558 rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami juga sudah ada koordinasi dari Kementerian PU untuk dilakukan asesment secepatrnya terhadap kondisi rumah sehingga bisa didapat data yang valid untuk penanganan selanjutnya,” jelas PLT Sekda Sikka, Femy Bapa dalam rapat koordinasi Satgas Penanggulangan Bencana Daerah dan Kepala BNPB di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, Selasa, 18/08/2026.

Selain rumah, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan dan masih terus didata. “Untuk bangunan pemerintah rusah berat 5, rusak sedang 3 dan rusak ringan 10. Fasilitas pendidikan, rusak berat 8, rusak sedang 5, rusak ringan 12. Fasiltas kesehatan rusak berat 2, rusak sedang 5, dan rusak ringan 18. Untuk rumah ibadah, rusak berat 6, rusak sedang 4, dan rusak ringan 18. Indrastruktur jalan, 2 ruas jalan rusak berat, 3 ruas jalan rusak ringan,” jelas Femy.

Pengungsi Tersebar di 21 Kecamatan

Sementara untuk pengungsi kata Femy, datanya juga bergerak terus karena ada gempa susulan. Total pengungsi yang terdata hingga Selasa, 18/08/2026 pukul 15.00 wita sebanyak 1.825 KK (7.104 jiwa) dengan klasifikasi; anak anak usia 0-12 sebanyak 140 jiwa, anak usia 6-17 tahun sebanyak 1.005 jiwa. Usia 18-59 tahun sebanyak 1.227 jiwa, dan usia diatas 60 tahun sebanyak 229 jiwa. Selain itu ada juga ibu hamil sebanyak 38 jiwa dan 29 penyandang disabilitas.

“Pemerintah mendirikan 1 pusat pengungsian terpusat di Gelora Samador dan terdata ada 318 KK dengan 987 jiwa, termasuk ibu hamil, bayi balita serta disabilitas. Sedangkan pengungsi mandiri tersebar di 21 kecamatan, sebagian akibat rumahnya rusak dan karena trauma,” jelas Femy.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dalam rapat meminta terhadap Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan bencana daerah Kabupaten Sikka untuk segera membereskan penanganan pengungsi gempa di Kabupaten Sikka dalam waktu seminggu.

“Saya apresiasi karena sudah terbentuk satgas daerah. Jadi pak bupati bertanggungjawab terhadap Kabupaten Sikka dibantu oleh Forkopimda. Sedangkan BNPB telah membentuk satgas nasional dan akan mendampingi sampai pulih 7 kabupaten terdampak gempa sejak tanggap darurat. Selama persoalan tidak bisa dipecahkan di tingkat kabupaten, silahkan dilaporkan ke kami,” ujarnya.

 

Komentar FB

Penulis : Vianey

Editor : redaksi

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantu Pemulihan Pascagempa, Golkar Salurkan 50 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sembilan Kabupaten di NTT
Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih
Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka
BPJS Ketenagakerjaan Sikka Sosialisasikan MLT, Pekerja Bisa Ajukan Kredit Rumah lewat BTN
Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka
Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka
Sumber Air Mengering, Warga Desa Wolomotong, Sikka Alami Krisis Air Bersih
Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 01:11 WITA

Bantu Pemulihan Pascagempa, Golkar Salurkan 50 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sembilan Kabupaten di NTT

Saturday, 10 October 2026 - 07:16 WITA

Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih

Saturday, 10 October 2026 - 06:42 WITA

Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:49 WITA

Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:45 WITA

Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka

Berita Terbaru