MAUMERE-Kepedulian dan semangat kemanusiaan kembali diwujudkan NU Peduli Kemanusiaan NTT–Sikka. Tim bergerak menuju Pulau Palue untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu, khususnya masyarakat Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.
Dari Maumere, Tim NU Peduli Kemanusiaan NTT–Sikka menempuh perjalanan laut menggunakan kapal warga. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih lima jam tersebut dimulai dari Pelabuhan L. Say Maumere pada pukul 21.35 WITA dengan membawa berbagai kebutuhan logistik bagi warga terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Koordinator Lapangan NU Peduli Kemanusiaan NTT–Sikka, Hariyanto, menyampaikan bahwa bantuan yang dibawa berupa beras, air mineral, gula pasir, tikar, terpal, telur, minyak goreng, selimut, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Setibanya di Pelabuhan Palue sekitar pukul 13.45 WITA, Tim NU Peduli Kemanusiaan langsung bergerak menuju lokasi pengungsian di Desa Ladolaka. Dengan difasilitasi Tim Siaga Desa, bantuan kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di sejumlah titik pengungsian.
Sebelum pendistribusian, tim juga meninjau sejumlah lokasi bangunan yang rusak akibat gempa. Di Desa Ladolaka, tercatat kurang lebih 30 rumah warga mengalami kerusakan berat.
Di tengah situasi tersebut, terdapat pula kisah memilukan. Saat gempa terjadi, sebuah keluarga tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Seorang anak berusia sekitar tujuh tahun turut menjadi korban dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere.
Sekretaris PCNU Kabupaten Sikka, Aklamin, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kehadiran NU Peduli Kemanusiaan merupakan wujud nyata kepedulian NU terhadap sesama.
“Bagi kami, duka bapak dan mama di Palue adalah duka kami juga. Karena itu, kami bergerak dan hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membawa bantuan seadanya. Yang paling utama, marilah kita tetap bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan keselamatan. Bencana ini mengingatkan kita untuk senantiasa mengingat kebesaran dan kasih sayang Allah SWT,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Dalam penyaluran tersebut, bantuan NU Peduli Kemanusiaan menyentuh kurang lebih 120 kepala keluarga yang tersebar di Dusun Loi Mite, Dusun Teo, Dusun Watumeko, dan Dusun Matamera.
Gerakan kemanusiaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ikhtiar untuk meringankan beban warga terdampak bencana, tetapi juga menjadi perekat ukhuwah basyariyah, persaudaraan kemanusiaan yang melampaui perbedaan latar belakang.
Salah seorang warga, Fransiskus Baga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada NU Peduli Kemanusiaan yang telah hadir di tengah masyarakat Palue.
“Kami sangat berterima kasih kepada NU Peduli Kemanusiaan yang telah hadir di sini, meskipun dalam keterbatasan. Kami sangat senang karena NU telah memperhatikan kami. Walaupun kita berbeda, inilah bentuk toleransi yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Desa Ladolaka.
“Semoga seluruh Tim NU Peduli Kemanusiaan dan para donatur senantiasa diberikan keberkahan rezeki, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan kebaikan,” tuturnya.
NU Peduli Kemanusiaan NTT–Sikka menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana adalah bagian dari khidmah NU kepada umat dan kemanusiaan. Dari Palue, semangat itu kembali diteguhkan: berbeda dalam keyakinan dan latar belakang, tetapi tetap satu dalam kemanusiaan.
Duka mereka adalah duka kita. Keselamatan dan kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama.










