LARANTUKA-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Selasa (21/7/2026) pagi sekitar pukul 07.36 WITA.
Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah utara. Erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 46 detik.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III (Siaga).
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
PVMBG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, yang berada di aliran sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta dengan PVMBG Badan Geologi untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
PVMBG menegaskan akan terus memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan menyampaikan perkembangan terbaru kepada pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.










