Safari Politik Jokowi ke NTT, Marinus Manis: Nama Jokowi Masih Punya Tempat Tersendiri di Hati Masyarakat NTT

- Reporter

Thursday, 30 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Marinus Manis

Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Marinus Manis

 

KUPANG-Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Marinus Manis, menilai antusiasme masyarakat menyambut kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke NTT tidak dapat dipandang semata-mata sebagai peristiwa politik.

Menurutnya, sambutan tersebut merupakan cerminan hubungan emosional yang telah terbangun antara Jokowi dan masyarakat selama memimpin Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Marinus sebagai tanggapan atas berbagai analisis dan penafsiran sejumlah pengamat politik terkait kunjungan Jokowi ke NTT.

“Saya sebagai kader PSI dan juga Anggota DPRD NTT ingin menyampaikan kepada para pengamat politik yang hari ini begitu sibuk menafsirkan kedatangan Bapak Joko Widodo ke NTT,” ujar Marinus, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyat. Selama menjabat sebagai Presiden, Jokowi dinilai kerap hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi tanpa sekat.

“Bapak Joko Widodo adalah contoh pemimpin yang merakyat. Sosok yang mampu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan langsung suara rakyat, dan membangun kedekatan tanpa sekat,” katanya.

Marinus mengatakan, bagi banyak masyarakat, termasuk di NTT, kepemimpinan Jokowi meninggalkan kesan yang mendalam. Bukan hanya karena berbagai kebijakan dan pembangunan yang dilakukan, tetapi juga karena gaya kepemimpinannya yang sederhana dan mudah berinteraksi dengan masyarakat.

“Pemimpin yang merakyat adalah pemimpin yang tidak hanya berada di atas panggung, tetapi mau turun langsung ke tengah masyarakat. Dan bagi banyak orang, sosok Pak Jokowi telah memberikan gambaran tentang bagaimana seorang pemimpin bisa dekat dengan rakyatnya,” ujarnya.

Ia menilai, kedekatan tersebut menjadi alasan mengapa nama Jokowi masih memiliki tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat NTT.

“Itulah mengapa nama Jokowi tetap memiliki tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat NTT. Karena pada akhirnya, seorang pemimpin akan dikenang bukan hanya dari jabatan yang pernah diemban, tetapi dari jejak pengabdian dan kedekatan yang dirasakan langsung oleh rakyat NTT,” katanya.

Marinus juga mengingatkan bahwa politik yang sehat adalah politik yang menghargai rakyat dan tidak mengabaikan pengalaman maupun ingatan masyarakat.

“Saya percaya bahwa politik yang sehat adalah politik yang menghargai rakyat. Politik yang tidak meremehkan ingatan rakyat. Dan politik yang tidak memaksa rakyat melupakan siapa yang pernah hadir bersama mereka,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat NTT tidak bisa dipandang hanya sebagai objek politik atau sekadar angka dalam kontestasi pemilu.

“Jangan melihat rakyat NTT hanya sebagai angka statistik, sebagai suara dalam pemilu, atau sekadar sebagai bagian dari mesin politik. Rakyat NTT punya hati. Rakyat NTT punya ingatan. Rakyat NTT punya pengalaman,” tegasnya.

Menurut Marinus, masyarakat mengetahui sendiri siapa saja pemimpin yang pernah datang menemui mereka, mendengarkan aspirasi, dan memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

Karena itu, lanjut dia, antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Jokowi tidak seharusnya langsung dikaitkan dengan kepentingan politik.

“Bisa jadi, itu adalah bentuk penghormatan rakyat kepada seorang pemimpin yang pernah mereka kenal dan rasakan kehadirannya,” ujarnya.
Marinus kemudian mengingatkan para pengamat politik agar tidak terburu-buru menyimpulkan sikap masyarakat hanya dari sudut pandang politik semata.

“Saya justru ingin mengingatkan para pengamat politik, jangan sampai terlalu jauh membaca rakyat dari balik meja. Jangan karena Pak Jokowi sudah tidak lagi menjadi Presiden, lalu kita menganggap hubungan beliau dengan rakyat otomatis berakhir. Tidak! Jabatan itu ada batas waktunya. Kekuasaan itu bisa berganti. Tetapi hubungan emosional seorang pemimpin dengan rakyat tidak selalu berhenti ketika masa jabatannya selesai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Jokowi telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia dan meninggalkan jejak yang masih dikenang oleh sebagian masyarakat NTT.

“Maka mari kita berhenti meremehkan kecerdasan rakyat. Kalau rakyat menyambut Pak Jokowi, hormati! Kalau rakyat masih mengenang Pak Jokowi, hormati! Kalau rakyat masih memiliki kedekatan emosional dengan Pak Jokowi, hormati! Itulah demokrasi,” tegas Marinus.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NU Peduli Kemanusiaan Salurkan Sembako untuk 35 KK Terdampak Gempa Flores di Mauloo, Sikka
Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa
Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam
PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka
Dana Bantuan Presiden Rp 20 Miliar untuk Bencana Gempa di Sikka Baru Terpakai Rp 300 Juta, Ini Penjelasan Pemkab
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi
Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Berita ini 210 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 09:25 WITA

NU Peduli Kemanusiaan Salurkan Sembako untuk 35 KK Terdampak Gempa Flores di Mauloo, Sikka

Friday, 11 September 2026 - 02:52 WITA

Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa

Thursday, 10 September 2026 - 11:24 WITA

Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam

Thursday, 10 September 2026 - 09:19 WITA

PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka

Wednesday, 9 September 2026 - 06:34 WITA

HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi

Berita Terbaru