MAUMERE-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka mengalokasikan anggaran sebesar Rp5.400.000.000,- dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 untuk mendukung keberlanjutan Program Beasiswa Pendidikan.
Alokasi anggaran ini disampaikan untuk merespons pertanyaan dan dukungan dari sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Sikka seperti Fraksi PDIP, Fraksi Nurani Sejahtera, Fraksi Golkar, Fraksi NasDem, dan Fraksi PKB yang meminta kejelasan terkait besaran anggaran, target penerima, serta kepastian skema pembiayaan program prioritas daerah tersebut di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterangan resmi tersebut disampaikan oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam Sidang Paripurna V Masa Sidang III DPRD Kabupaten Sikka di Gedung Lepo Kula Babong, Maumere, Senin (3/8/2026) pagi.
Bupati Sikka memaparkan bahwa total anggaran Rp 5,4 miliar untuk Program Beasiswa Tahun Anggaran 2027 terbagi ke dalam tiga kategori penerima manfaat:
1.Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu (Program 1 KK 1 Sarjana): Dialokasikan sebesar Rp 4.000.000.000,- bagi 400 mahasiswa. Skema pembiayaannya ditetapkan sebesar Rp10.000.000,- per mahasiswa per tahun (atau untuk dua semester).
2.Beasiswa Mahasiswa Berprestasi: Dialokasikan sebesar Rp 600.000.000,-.
3.Beasiswa Mahasiswa Semester Akhir: Dialokasikan sebesar Rp 800.000.000,-.
Menjawab pertanyaan fraksi mengenai penetapan target 400 penerima manfaat pada kategori kurang mampu, Bupati Juventus menjelaskan bahwa angka tersebut disusun berbasiskan prinsip keberlanjutan (sustainability) dari tahun-tahun anggaran sebelumnya.
”Penetapan target didasarkan pada keberlanjutan penerima bantuan, yaitu 73 penerima Bantuan Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu TA 2025 serta 327 calon penerima TA 2026 yang saat ini masih dalam proses validasi lapangan,” terang Bupati Sikka.
Akumulasi sebanyak 400 mahasiswa ini dipastikan akan menerima bantuan secara berkelanjutan pada TA 2027 selama mereka masih memenuhi persyaratan administrasi dan kriteria yang berlaku.
“Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan bahwa Program Beasiswa merupakan salah satu investasi strategis daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Sikka,” ungkapnya.
Kata Bupati Juventus, pemerintah juga membuka peluang untuk mempertimbangkan peningkatan alokasi anggaran program beasiswa pada pembahasan selanjutnya apabila kapasitas dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan, dengan tetap memperhatikan fleksibilitas dan keberlanjutan fiskal daerah.










