Polres Sikka Pastikan Laporan Dugaan Penghinaan Guru Agama di Kantor Kemenag Sikka Masuk Tahap Penyelidikan, Pelapor Sudah Diperiksa

- Reporter

Friday, 7 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAUMERE-Kepolisian Resor (Polres) Sikka memastikan laporan dugaan tindak pidana penghinaan terhadap seorang guru agama yang diduga terjadi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sikka masih dalam tahap penyelidikan.

Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, mengatakan penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor yang juga merupakan korban dalam kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dikonfirmasi dari penyidik bahwa penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor/korban, sementara penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ujar Ipda Leonardus Tunga kepada media ini, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, proses penanganan perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.

“Penanganan kasus ini dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

Berdasarkan laporan kepolisian, kasus dugaan penghinaan tersebut dilaporkan oleh seorang guru berinisial MA, warga Tanah Lit, Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Laporan polisi tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/120/VII/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, tanggal 4 Agustus 2026.

Dalam laporan itu, pelapor melaporkan dugaan tindak pidana penghinaan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Pasal 436 KUHP.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2026 sekitar pukul 10.45 WITA, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Jalan Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok.

Dalam uraian laporan polisi disebutkan, kejadian bermula ketika pelapor sedang mengurus surat-surat di Ruang Kepala Seksi Pendidikan Agama Katolik Kantor Kemenag Sikka.

Pelapor mengaku saat itu dimarahi dan diminta keluar dari ruangan. Setelah keluar, pelapor kemudian menuju meja operator Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Agama (Simpatika) yang berada di sebelah ruangan tersebut.

Namun, dalam laporan tersebut disebutkan pelapor kembali dihalangi oleh sejumlah staf dan diminta keluar dari ruangan.

Terlapor berinisial P, yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS), diduga kemudian mengusir pelapor sambil mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melayani pelapor pada hari tersebut.

Dalam laporan polisi juga disebutkan adanya dugaan tindakan mendorong pelapor keluar ruangan sambil mengucapkan kata yang dinilai menghina, yakni “monyet”.

Pelapor mengaku merasa dihina dan direndahkan martabatnya sebagai manusia maupun sebagai tenaga pendidik atas kejadian tersebut, sehingga melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polres Sikka.

Polres Sikka hingga kini masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa pihak-pihak terkait untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NU Peduli Kemanusiaan Salurkan Sembako untuk 35 KK Terdampak Gempa Flores di Mauloo, Sikka
Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa
Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam
PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka
Dana Bantuan Presiden Rp 20 Miliar untuk Bencana Gempa di Sikka Baru Terpakai Rp 300 Juta, Ini Penjelasan Pemkab
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi
Nakes Menumpuk di Kota, Puskesmas Pulau Kekurangan, DPRD Sikka Minta Pemkab Evaluasi Penempatan
Seleksi Sekda Sikka, Femmy Bapa, Putu Botha dan Paul Prasetya Raih Nilai Tertinggi
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 09:25 WITA

NU Peduli Kemanusiaan Salurkan Sembako untuk 35 KK Terdampak Gempa Flores di Mauloo, Sikka

Friday, 11 September 2026 - 02:52 WITA

Jalan Rusak hingga Ban Pecah, Cerita Relawan PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi dan Warga Terdampak Gempa

Thursday, 10 September 2026 - 11:24 WITA

Dokter Hewan Asal Sikka Jadi Korban Tewas Penembakan di Papua, Bupati Juventus Berduka dan Minta Negara Jangan Diam

Thursday, 10 September 2026 - 09:19 WITA

PMI Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Family Kit untuk Kelompok Rentan di Pulau Dambila, Sikka

Wednesday, 9 September 2026 - 06:34 WITA

HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Sikka: Politik Harus Hadir dengan Kerja dan Solusi

Berita Terbaru