MAUMERE-Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Tarunggawang, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan.
Hingga Minggu (16/8) malam, warga terdampak disebut masih menunggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA tersebut dirasakan kuat di sejumlah wilayah Flores. Di Desa Tarunggawang, dampaknya terlihat pada rumah warga dan sejumlah bangunan lainnya dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, berat hingga rusak total.
Data sementara yang diterima media ini pada Minggu malam mencatat sedikitnya 38 kepala keluarga terdampak. Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan rumah, tetapi juga dapur, kamar mandi atau WC, serta tempat usaha seperti kios milik warga.
Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi layak ditempati. Sementara beberapa rumah lainnya masih dapat digunakan meski mengalami kerusakan pada bagian tertentu.
Warga Tarunggawang, Chenoz Saolino, mengatakan kondisi warga di wilayah tersebut membutuhkan perhatian dan bantuan segera.
“Ini kampung di Tarunggawang, Kecamatan Lela, juga kena dampak gempa, rumah banyak hancur. Sampai sekarang belum ada bantuan dari Pemda Sikka. Keluarga mereka di kampung lagi butuh sekali bantuan,” kata Chenoz melalui pesan WhatsApp, Minggu (16/8/2026).
Menurut Chenoz, pendataan awal menemukan sekitar lima hingga enam rumah mengalami kerusakan ringan dan empat rumah lainnya rusak parah. Data kerusakan tersebut baru dilaporkan Pemerintah Desa Tarunggawang pada Minggu.
“Pemdes sudah report datanya baru tadi, tapi warga di sana tunggu dari tadi belum ada bantuan masuk,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera mendatangi lokasi untuk memverifikasi kondisi sekaligus memenuhi kebutuhan para korban.
Selain bantuan logistik, keluarga yang rumahnya rusak berat maupun rusak total membutuhkan terpal dan tempat perlindungan sementara.
Kebutuhan tempat berlindung dinilai mendesak karena gempa susulan masih terjadi sehingga sebagian warga memilih tidak kembali menempati rumah yang mengalami kerusakan.
Data kerusakan di Tarunggawang tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah dilakukan verifikasi serta pendataan lanjutan oleh pemerintah desa dan pemerintah daerah.
Warga berharap pendataan segera ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan, khususnya bagi keluarga yang rumahnya rusak total dan membutuhkan tempat tinggal sementara yang aman.










