Kisah Rismawati, Berawal dari Modal Rp3 Juta, Kini Miliki Dua Counter BRILink

- Reporter

Wednesday, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rismawati di counter BRILink miliknya di Desa Waturia, Kecamatan Magepanda

Rismawati di counter BRILink miliknya di Desa Waturia, Kecamatan Magepanda

MAUMERE, TAJUKNTT – Ketekunan dan keberanian mengambil peluang menjadi modal penting bagi Rismawati dalam membangun usahanya. Berawal dari saldo awal Rp3 juta, mantan karyawati BRI Cabang Maumere ini kini berhasil mengembangkan usaha agen BRILink hingga memiliki dua counter yang melayani kebutuhan transaksi masyarakat.

Kisah tersebut bermula sekitar tahun 2017, ketika Rismawati masih aktif bekerja sebagai karyawati BRI Cabang Maumere. Saat itu, seorang rekan kerjanya menawarkan kesempatan untuk menjadi agen BRILink.

Setelah mempertimbangkan peluang tersebut, Rismawati akhirnya memutuskan untuk mencoba. Kebetulan, saat itu ia telah memiliki kios es batu di tepi ruas jalan Trans Maumere-Magepanda, Desa Waturia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Kios tersebut kemudian dimanfaatkannya sebagai lokasi pertama untuk membuka counter BRILink dengan modal awal Rp3 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya buka BRILink sudah berjalan delapan tahun. Saya dulu bekerja di BRI pada tahun 2014. Setelah empat tahun bekerja, saya ditawarkan oleh teman di BRI untuk menjadi agen BRILink. Kebetulan kami ada kios. Lalu saya berpikir, tidak ada salahnya juga untuk mencoba. Akhirnya mulailah saya menjadi agen BRILink dengan saldo awal Rp3 juta,” tutur Rismawati saat berbincang dengan media, Rabu (16/9/2026).

Pada awal menjalankan usaha, Rismawati mengaku kondisi counter-nya masih sepi. Masyarakat saat itu belum banyak yang mengetahui maupun memahami layanan BRILink. Namun, kondisi tersebut perlahan berubah. Seiring semakin dikenalnya layanan BRILink di tengah masyarakat, jumlah pelanggan terus bertambah. Kini, Rismawati rata-rata melayani sekitar 1.000 transaksi setiap bulan.

“Awal kita buka masih sepi. Banyak masyarakat yang belum tahu tentang BRILink. Lama-kelamaan, alhamdulillah, dari awalnya sepi sekarang sudah ramai. Rata-rata transaksi bisa sampai 1.000 transaksi setiap bulan,” katanya.

Dari berbagai jenis transaksi yang dilayani, penarikan tunai menjadi salah satu layanan yang paling banyak digunakan masyarakat. Untuk transaksi penarikan dalam jumlah besar, Rismawati bahkan dapat melayani hingga Rp100 juta dalam sekali transaksi. Namun, pelanggan biasanya diminta memberikan informasi terlebih dahulu agar dana dapat disiapkan.

“Kalau penarikan dalam jumlah besar, biasanya kita minta untuk diinformasikan sehari sebelumnya agar kita bisa siapkan dananya,” ujarnya.

Sempat Berhenti, Kembali Bangkit

Perjalanan usaha Rismawati bukan tanpa tantangan. Ia sempat menghentikan aktivitas agen BRILink karena modal usahanya digunakan untuk membiayai kebutuhan pernikahan. Setelah menikah dan memutuskan mengundurkan diri dari BRI, Rismawati kembali membuka usaha BRILink dengan modal yang lebih besar, yakni Rp10 juta.

“Waktu itu saya pas menikah. Sehingga modal usaha saya gunakan untuk membiayai keperluan nikah. Tetapi setelah menikah dan resign dari BRI, kami buka lagi dengan modal Rp10 juta,” jelasnya.

Keputusan untuk kembali menekuni usaha tersebut ternyata menjadi langkah yang membawa perkembangan baru. Dari satu counter di Desa Waturia, kini Rismawati telah membuka satu counter BRILink lainnya di wilayah Nangahure, Kecamatan Alok Barat.

Biaya Administrasi Kecil, Utamakan Pelayanan

Di tengah semakin banyaknya agen BRILink, Rismawati tetap mampu mempertahankan usahanya. Salah satu strategi yang diterapkannya adalah memberikan pelayanan dengan biaya administrasi yang terjangkau.

Selain itu, pengalaman selama bekerja di BRI juga menjadi bekal penting dalam menjalankan usaha. Rismawati tidak sekadar melayani transaksi, tetapi juga membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat yang belum mengerti transaksi digital.

Menurutnya, edukasi tersebut penting agar masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih aman dan tidak mudah menjadi korban penipuan. “Memang ada beberapa agen BRILink di wilayah sekitar. Tetapi banyak masyarakat yang memilih ke tempat kami. Kami berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal dengan biaya administrasi yang kecil,” ungkapnya.

Pelanggan yang datang ke counter miliknya pun tidak hanya berasal dari Desa Waturia. Warga dari wilayah lain juga memanfaatkan layanan BRILink yang dikelolanya. Bagi Rismawati, kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha yang telah dirintis selama bertahun-tahun.

Dari usaha yang telah berjalan sekitar delapan tahun tersebut, Rismawati bersama suaminya yang merupakan anggota TNI aktif mampu menjadikannya sebagai salah satu sumber penunjang kebutuhan keluarga.

Tidak hanya itu, usaha tersebut juga telah membuka lapangan pekerjaan. Saat ini, Rismawati mempekerjakan dua karyawati untuk membantu kelancaran operasional kedua counter BRILink miliknya.

Sangat Membantu Masyarakat

Kristoforus Nuwa (baju merah) seusai penarikan tunai di BRILink milik Rismawati

Keberadaan BRILink di wilayah tersebut juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya Kristoforus Nuwa, warga Desa Kolisia. Ia mengatakan, sebelum adanya layanan BRILink yang mudah dijangkau, dirinya harus pergi ke Kota Maumere untuk melakukan penarikan uang. Jarak yang harus ditempuh mencapai sekitar 18 kilometer dari tempat tinggalnya.

Kini, kebutuhan transaksi dapat dilakukan lebih dekat tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi dan waktu perjalanan ke Kota Maumere. “Ini sangat membantu kami. Kami tidak perlu mengeluarkan ongkos ke Kota Maumere hanya untuk ambil uang. Sekarang tinggal ke BRILink di sini saja,” ujarnya.

Selain melayani transfer dan tarik tunai, agen BRILink juga menyediakan berbagai layanan transaksi lainnya. Di antaranya pembayaran listrik dan air, pembelian token listrik, isi ulang pulsa telepon seluler, hingga membantu masyarakat melakukan registrasi mobile banking.

Bagi Rismawati, perjalanan dari sebuah kios kecil dengan modal awal Rp3 juta hingga memiliki dua counter BRILink menjadi bukti bahwa sebuah usaha dapat berkembang ketika dijalankan dengan ketekunan, pelayanan, dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.

Dari usaha yang semula sepi, kini aktivitas transaksi terus berjalan dan memberikan manfaat bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.

 

 

Komentar FB

Penulis : Vianey

Editor : redaksi

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BCF 2026 BRI Cabang Maumere, dari Adu Kreativitas hingga Bergaya Retro 80-an
Anggota Koperasi di Wilayah Terdampak Gempa Flores Butuh Relaksasi Kredit, Nong Soni: Pemerintah Perlu Pertimbangkan Jaminan Likuiditas untuk Koperasi
Golkar Nilai Asumsi Ekonomi Makro Kabupaten Sikka Tidak Konek Dengan Rancangan KUA PPAS 2027
Fraksi Perindo Sikka Dorong Pembentukan Forum Kolaborasi Ekonomi Daerah
Golkar dan Demokrat Usul Pemkab Ambil Alih Pengelolaan Parkir dari PT FTF Globalindo
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 15:09 WITA

Kisah Rismawati, Berawal dari Modal Rp3 Juta, Kini Miliki Dua Counter BRILink

Tuesday, 15 September 2026 - 14:34 WITA

BCF 2026 BRI Cabang Maumere, dari Adu Kreativitas hingga Bergaya Retro 80-an

Friday, 4 September 2026 - 06:01 WITA

Anggota Koperasi di Wilayah Terdampak Gempa Flores Butuh Relaksasi Kredit, Nong Soni: Pemerintah Perlu Pertimbangkan Jaminan Likuiditas untuk Koperasi

Monday, 3 August 2026 - 08:45 WITA

Golkar Nilai Asumsi Ekonomi Makro Kabupaten Sikka Tidak Konek Dengan Rancangan KUA PPAS 2027

Friday, 31 July 2026 - 04:04 WITA

Fraksi Perindo Sikka Dorong Pembentukan Forum Kolaborasi Ekonomi Daerah

Berita Terbaru