MAUMERE-Sebanyak 16 satuan pendidikan di Kabupaten Sikka resmi menerima bantuan Program Revitalisasi Sekolah Tahap I Tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp10.328.809.354.
Program yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai jenjang sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan 16 sekolah yang ditetapkan sebagai penerima terdiri atas delapan TK/PAUD, dua SD, dan enam SMP. Penetapan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi administrasi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaksanaan revitalisasi tahap pertama sudah dimulai sejak awal Juni 2026. Dana bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah sehingga pekerjaan bisa segera dilaksanakan,” ujar Patrisius, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, besaran bantuan yang diterima setiap sekolah tidak sama karena disesuaikan dengan kebutuhan yang diusulkan melalui Dapodik. Kegiatan yang dibiayai mencakup pembangunan ruang kelas, ruang guru, perpustakaan hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
“Pekerjaan yang dibiayai berbeda di setiap sekolah karena menyesuaikan kondisi bangunan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan,” katanya.
Di antara seluruh penerima, SMPN Sa Ate Gaikiu memperoleh alokasi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp2,467 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun tiga ruang kelas, satu ruang guru, dan empat unit MCK setelah sekolah mengalami kerusakan akibat bencana.
Sementara itu, bantuan bagi TK dan PAUD berkisar antara Rp83 juta hingga Rp387 juta, bergantung pada tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan rehabilitasi.
Patrisius menegaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh masing-masing sekolah melalui panitia pelaksana yang dibentuk kepala sekolah. Dinas PKO hanya berperan melakukan monitoring dan pengawasan serta menyiapkan tenaga konsultan perencanaan dan pengawas agar mutu pekerjaan tetap sesuai standar.
“Dinas hanya melakukan monitoring dan pengawasan. Kami juga menyiapkan konsultan perencanaan dan konsultan pengawas agar kualitas pekerjaan tetap terjaga selama pelaksanaan,” ujarnya.
Selain pelaksanaan tahap pertama, Dinas PKO juga tengah mengusulkan tambahan sekolah penerima revitalisasi pada tahun 2026. Saat ini terdapat 48 SD dan 26 TK/PAUD yang sedang melengkapi persyaratan administrasi menuju tahap pra-Bimbingan Teknis (Bimtek). Namun, enam SD lainnya belum dapat diproses karena data Dapodik belum diperbarui.
“Kementerian berpatokan pada Dapodik. Karena itu kami terus mendorong kepala sekolah agar rutin memperbarui data. Jangan sampai sekolah kehilangan kesempatan memperoleh bantuan hanya karena administrasi belum diselesaikan,” kata Patrisius.
Ia menambahkan, kebutuhan revitalisasi sekolah di Kabupaten Sikka masih cukup besar. Berdasarkan data Dinas PKO, masih terdapat 338 SD, 91 SMP, 91 TK, dan 223 PAUD yang memerlukan peningkatan sarana dan prasarana sehingga dukungan pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan.
Daftar Penerima Program Revitalisasi Sekolah Tahap I Tahun 2026:
TK/PAUD
TK St. Yohanes Pembaptis: Rp291.812.000
TKK St. Don Bosco: Rp387.176.000
TK Yos Sudarso: Rp366.544.000
TKK St. Theresia Boganatar: Rp128.736.000
TK St. Mikael Likot: Rp248.627.000
TK Albertus Magnus: Rp136.680.000
TK Hati Kudus Yesus: Rp83.348.000
TK Lusitada: Rp166.513.000
SD
SDK Magepanda: Rp822.724.589
SDI Pemana: Rp773.741.765
SMP
SMPN Hewerbura: Rp878.975.000
SMPN Sukun: Rp553.788.000
SMPN Pemana: Rp700.083.000
SMPN Sa Ate Gaikiu: Rp2.467.000.000
SMPK Boganatar: Rp1.329.657.000
SMPK Watukrus Bola: Rp993.405.000










