Sikka, TajukNTT.id – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini menjadi sorotan global, terutama terkait dampaknya terhadap dunia kerja. Di berbagai sektor, kehadiran AI mulai menggantikan tugas-tugas rutin yang selama ini dilakukan manusia. Namun, apakah ini berarti manusia akan kehilangan pekerjaan, atau justru membuka peluang baru?
Menurut laporan dari World Economic Forum, sekitar 85 juta pekerjaan diperkirakan akan tergantikan oleh otomatisasi pada tahun 2025, namun di saat yang sama, 97 juta pekerjaan baru akan tercipta yang lebih adaptif terhadap teknologi.
Sektor yang Terdampak Paling Cepat
Industri seperti manufaktur, perbankan, dan layanan pelanggan menjadi yang paling cepat terdampak. Teknologi seperti chatbot, algoritma pemrosesan data, hingga robot industri kini menggantikan peran manusia dalam skala besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Indonesia, perusahaan-perusahaan ritel dan startup teknologi mulai menerapkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Contohnya, penggunaan chatbot dalam layanan pelanggan yang mampu merespons ribuan pertanyaan secara simultan.
Ancaman atau Transisi?
Pengamat teknologi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Retno Lestari, menilai bahwa AI bukanlah ancaman bila manusia mampu beradaptasi.
“Yang hilang adalah pekerjaan manual berulang. Tapi yang tumbuh adalah pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, empati, dan pemikiran strategis—yang belum bisa dilakukan oleh mesin,” ujarnya.
Hal ini berarti penting bagi tenaga kerja untuk meningkatkan keterampilan digital, berpikir kritis, serta terus belajar hal-hal baru.
NTT dan Tantangan Masa Depan

ologi untuk menyiapkan generasi muda menghadapi ekonomi berbasis kecerdasan buatan.
Di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, transformasi digital memang belum sedrastis kota besar. Namun, sinyal perubahan sudah terlihat. Beberapa sekolah dan lembaga mulai memperkenalkan literasi digital dan pelatihan coding untuk pelajar.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga investasi pada pendidikan tekn
Kesimpulan
AI memang mengubah wajah dunia kerja, tapi bukan berarti manusia kehilangan tempat. Justru, kolaborasi antara manusia dan teknologi menjadi kunci produktivitas masa depan.
Sebagaimana dikatakan oleh seorang pekerja muda di Maumere,
“Kalau kita tidak belajar AI, kita bukan akan digantikan oleh mesin. Kita akan digantikan oleh manusia lain yang paham cara menggunakan mesin.”










