Viral Saat Gempa, Nasib Porter Pelabuhan L. Say Maumere Terabaikan, Belum Tersentuh Bantuan

- Reporter

Sunday, 23 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Porter di Pelabuhan L.Say Maumere.

Para Porter di Pelabuhan L.Say Maumere.

MAUMERE-Saat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, para buruh atau porter di Pelabuhan L. Say Maumere menjadi salah satu kelompok yang berada tepat di titik guncangan paling kuat.

Foto dan video yang merekam momen mereka berusaha menyelamatkan diri di tengah guncangan hebat sempat viral di berbagai media sosial, menarik perhatian banyak orang. Namun di balik perhatian netizen itu, kenyataan yang mereka hadapi pascabencana jauh dari kata baik.

Hingga hari ketujuh pascabencana, Sabtu, 22 Agustus 2026, nasib para porter Pelabuhan L. Say Maumere belum mendapat perhatian serius dari pihak manapun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga orang di antara mereka mengalami luka-luka saat kejadian dan harus berobat dengan biaya sendiri tanpa ada penggantian maupun bantuan pengobatan.

Keadaan mereka masih diliputi rasa trauma mendalam, sementara sebagian lainnya juga menderita cedera ringan hingga berat akibat jatuh dan tertimpa benda-benda saat gempa berlangsung.

“Kami belum menerima bantuan apapun.” demikian diungkapkan Ketua Buruh Pelabuhan L. Say Maumere, Mikael Richardus Sengi, saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (22/8/2026).

Kondisi ekonomi para porter dengan penghasilan pas-pasan kadang juga tidak pasti mereka harus berjuang demi hidup walaupun pascagempa mereka masih trauma dan banyak yang cedera.

“Kami punya penghasilan tidak seberapa kadang juga tidak pasti, harapan kami pemerintah juga perhatikan kami,” Harapnya dengan penuh sedih.

Lebih memprihatinkan, para porter ini juga termasuk warga yang menjadi pengungsi mandiri.Namun hingga kini belum ada satu pun dari mereka yang tercatat dalam data resmi pemerintah sebagai korban terdampak bencana. Tanpa data resmi, pintu bantuan seakan tertutup bagi mereka.

Para buruh pelabuhan ini adalah orang-orang sederhana yang setiap hari mengandalkan tenaga untuk menyambung hidup.

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantu Pemulihan Pascagempa, Golkar Salurkan 50 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sembilan Kabupaten di NTT
Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih
Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka
BPJS Ketenagakerjaan Sikka Sosialisasikan MLT, Pekerja Bisa Ajukan Kredit Rumah lewat BTN
Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka
Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka
Sumber Air Mengering, Warga Desa Wolomotong, Sikka Alami Krisis Air Bersih
Warga Dobo Kesulitan Air Pascagempa, PMI Sikka Salurkan Air Bersih, Tandon dan Bantuan Kebutuhan Dasar
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 01:11 WITA

Bantu Pemulihan Pascagempa, Golkar Salurkan 50 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sembilan Kabupaten di NTT

Saturday, 10 October 2026 - 07:16 WITA

Senator AWK Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Wolomotong, Sikka yang Sudah Tiga Bulan Krisis Air Bersih

Saturday, 10 October 2026 - 06:42 WITA

Antre Air hingga Dini Hari, Warga Desa Wolomotong Sampaikan Terima Kasih Bantuan Air dari PMI Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:49 WITA

Wabup Subandi Apresiasi PLN dan Yayasan FREN Dukung Pengembangan Hortikultura di Desa Hoder, Sikka

Thursday, 8 October 2026 - 06:45 WITA

Dorong Pertanian Hortikultura Berkelanjutan, Yayasan FREN dan PLN Tanam Perdana HORTI THE BEST di Desa Hoder, Sikka

Berita Terbaru