
Sikka-Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (Kabid PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Anton Filter, angkat bicara terkait kontroversi pemindahan lokasi bantuan sumur bor aspirasi Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat dari Desa Takaplager ke Desa Ribang, Kecamatan Talibura.
Dikonfirmasi terpisah pada Kamis siang (3/7/2025), Anton membenarkan bahwa pengeboran dipindahkan ke lahan miliknya di Desa Ribang karena tidak ditemukan sumber air di titik pengeboran awal di Desa Takaplager.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah diuji coba, air keluar sebentar lalu kering. Setelah konsultasi dengan pihak pemberi bantuan CSR, yakni PT TEP, diputuskan lokasi harus dipindah ke lembah. Hasil survei geolistrik menunjukkan potensi air justru ada di kebun saya,” jelas Anton.
Ia menegaskan, pemindahan tersebut bukan inisiatif pribadinya. Keputusan diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan hasil survei, bukan untuk kepentingan pribadi.
Ia menuturkan, bantuan pengeboran air sepenuhnya dari CSR PT.TEP dan Dinas Pertanian Sikka tidak berwenang mengaturnya. Hanya karena ini berkaitan dengan kelompok tani penerima bantuan, dinas hanyalah mengontrol.
“Saat ditanya tim teknis pengeboran bahwa lokasi di kebun saya, tapi air ini untuk kepentingan umum, saya menyatakan bersedia dan saya tidak akan pungut satu rupiah pun,” tegasnya.
Anton Filter juga mengatakan, semestinya warga bersyukur bahwa dirinya menyediakan lahan untuk lokasi sumur bor yang mana setelah pemboran selama sebulan lebih barulah didapatkan air.
“Air itu dimanfaatkan untuk semua masyarakat baik di Takaplager dan Ribang, saya tidak pernah klaim air itu milik saya,” katanya.
Anton Filter mengatakan, pagi tadi juga pihaknya telah difasilitasi pertemuan oleh Bupati Sikka bersama dirinya, Pemdes Takaplager dan perwakilan warga, telah disepakati bahwa minggu depan akan digelar rapat bersama Pemdes Takaplager dan kelompok tani untuk pemanfaatan selanjutnya air bor tersebut.
“Minggu depan ada pertemuan bersama karena air itu tidak hanya untuk Kelompok Tani “Tani Nabi” tapi bagi semua masyarakat,” ungkapnya.
Terhadap penyampaian Kades Ribang bahwa pihaknya tidak tahu menahu ada pekerjaan sumur bor di Desa Ribang, Anton Filter mengatakan, dirinya pernah ke Kantor Desa Ribang untuk penyampaian namun saat itu kantor desa tutup.
Sementara untuk Pemdes Takaplager, dirinya telah menyampaikan secara lisan kepada Sekretaris Desa Takaplager terkait rencana pemindahan ini. Namun, ia mengakui bahwa belum ada berita acara resmi yang dibuat hingga saat ini.
“Memang belum dibuat berita acara, karena nanti akan disusun setelah lokasi baru telah mendapatkan air. Sama saja kalau dibuat berita acara pindah lokasi namun tidak mendapat air,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan mengaku tidak mengetahui bahwa bantuan sumur bor dari Anggota DPR RI Julie Laiskodat untuk kelompok tani di Desa Takaplager dipindahkan ke Desa Ribang.
Dikatakannya, bantuan yang diberikan bagi Kelompok Tani “Tani Nabi” bukanlah dari program aspirasi Julie Laiskodat tetapi dari bantuan CSR PT.TEP yang disalurkan melalui Anggota DPR RI Julie Laiskodat.
Ia menuturkan, bantuan sumur bor itu berawal dari kunjungan kerja Anggota DPR RI Julie Laiskodat di Kelompok Tani “Tani Nabi” pada tahun 2023. Pasca kunjungan itu, dilakukan survey di Takaplager di lokasi yang ditunjuk masyarakat.
Dalam survey itu ditemukan adanya sumber air. Selanjutnya karena bantuan ini bukan program aspirasi Julie Laiskodat, ia pun tidak terlibat lagi dalam proses kerja selanjutnya.
“Karena itu urusannya bukan di Dinas Pertanian, pemindahan lokasinya, saya tidak tahu,” ungkapnya.
Kendati demikian, Kadis Pertanian Sikka berharap bantuan sumur bor tersebut betul-betul bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kelompok tani maupun warga Desa Takaplager secara umum.










