
Sikka-Perebutan posisi ketiga dalam turnamen Piala Bupati Sikka 2025 yang sedianya mempertemukan Waigete FC dan Nita Selection pada Minggu (3/8/2025) pagi di Gelora Samador berakhir tanpa pertandingan.
Tim Nita Selection dinyatakan inspektur pertandingan kalah walk out (WO) setelah terlambat hadir sekitar 15 menit dari jadwal yang ditentukan pukul 10.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan tersebut menuai protes dari pelatih, ofisial, dan suporter Nita Selection. Mereka menilai panitia tidak memberikan toleransi waktu yang wajar dan mengabaikan kesepakatan awal yang disampaikan saat technical meeting.
Pelatih Kepala Nita Selection, Son Balun, menyayangkan keputusan panitia. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan timnya disebabkan karena sebagian besar pemain mengikuti ibadah pagi dan tiba di lapangan terlambat sebelum jadwal tendangan penalti dimulai.
“Ternyata panitia sudah mengambil keputusan menang WO dengan sisa tenggang waktu itu 2 menit dimulai dengan titik putih (penalti). Tetapi ternyata sampai disini sudah selesai, panitia sudah mengambil keputusan untuk Waigete menang WO,” ungkapnya.
“Jadi, saya hanya bisa beri masukan kepada panitia selaku penyelenggara turnamen Piala Bupati untuk mengambil suatu keputusan bijak. Artinya saya hanya bisa memberi masukan keputusan bijak itu juara 3 bersama. Supaya turnamen ini tidak tercoreng. Jika kami juara 4, semua mata ini memandang permainan kemarin,” tambah Son Balun.
Carlos Sada, Humas Nita Selection, menilai keputusan panitia berat sebelah dan tidak konsisten. Menurutnya, soal aturan mainnya sebenarnya kemarin itu tim Nita Selection itu sangat sabar karena kita berlandaskan legal standingnya itu pada 10 point ketentuan.
“Indikasi pelanggaran itu sebenarnya Waigete FC itu harus disamakan dengan tim Talibura sehingga kejadian pagi ini kami merasa bahwa tidak adil. Kenapa demikian? Hanya karena terlambat beberapa menit, tim Nita Selection langsung diskorsing. Kalau acuannya aturannya pagi ini, harus dibenarkan juga aturan yang menjadi landasan pada Technical Meeting panitia Bupati Cup ini untuk mendiskualifikasikan tim dari Waigete FC,” ungkapnya.

Carlos bilang, untuk solusi yang solutif itu saya rasa panitia bersama jajarannya harus memberikan solusi yang tidak menimbulkan retensi yang berlebihan di masyarakat. Karena ini soal wilayah dan kita menjaga sportifitas antar tim tetap terjalin pada turmamen berikutnya.
“Kalau dengan keputusan seperti ini, mungkin ke depannya itu keinginan untuk mengikuti Bupati Cup itu tidak ada lagi. Karena kami rasa panitia tidak tegas untuk memberikan putusan kepada tim-tim yang sudah melanggar. Kan harus dilihat seperti kejadian tim Talibura, ketika suporter masuk ke dalam lapangan lalu tim WO, kita lihat langsung dari panitia itu memberi keputusan dengan tegas bahwa didiskualifikasi,” ungkap Carlos Sada.
“Kalau panitia tegas terhadap satu tim, maka harus berlaku adil terhadap semua. Terlambat sedikit langsung WO, tapi saat tim Waigete protes di laga sebelumnya, justru diberi kesempatan ulang,” tambah Carlos.
Sebelumnya, pertandingan perebutan juara 3 sempat digelar pada Sabtu (2/8/2025), namun dihentikan karena protes keras dari tim dan suporter Waigete terhadap keputusan wasit.
Menyusul kejadian itu, Komite Wasit ASKAB PSSI Sikka mengeluarkan surat keputusan bernomor 002/Komite Wasit/VIII/2025, yang menetapkan pertandingan dilanjutkan pada Minggu (3/8/2025) pukul 10.00 WITA, dengan sisa waktu dua menit diawali tendangan penalti untuk Kecamatan Nita.










