Sikka-Turnamen bola voli antar kecamatan memperebutkan Bupati Cup 2025 telah usai. Dari 19 kecamatan yang ikut berpartisipasi, Kecamatan Nele berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan Kecamatan Nita dengan skor 3-2. Sementara di posisi ke tiga di raih kecamatan Waigete yang mengalahkan Kecamatan Kewapante 3-0.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertandingan yang dilakukan di lapangan voli Gelora Samador – Maumere pada Sabtu, 22 November 2025 ini pun melahirkan beberapa pemain yang mendapatkan penghargaan khusus. Di tempat pertama, penghargaan diberikan kepada Dio sebagai pemain terbaik di turnamen Bupati Cup 2025. Nama Dio sebenarnya tidak asing bagi penggemar voli di Kabupaten Sikka. Pemain yang melanglangbuana di beberapa turnamen voli di NTT ini tampil maksimal dalam setiap laga. Spike keras dari sisi sayap maupun back attack yang sempurna selalu menyelamatkan Nele di poin-poin krusial. Ia membawa tim Nele sebagai salah satu tim yang tidak pernah kalah dalam turnamen itu.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Brian sebagai spike terbaik Bupati Cup 2025. Memiliki spike tajam dan keras yang selalu berakhir di garis serang lawan membuat pelajar SMK Sint Gabriel Maumere itu pantas mendapatkan penghargaan. Ia membawa timnya meraih posisi tiga di turnamen tersebut setelah menang atas Kecamatan Kewapante.
Dua perwakilan dari Kecamatan Nita menyabet setter dan libero terbaik Bupati Cup 2025. Efron yang dinobatkan menjadi setter terbaik memang tampil gemilang bersama Nita sepanjang turnamen. Begitu juga Yeri yang meraih libero terbaik. Yeri bekerja keras selama pertandingan melawan Kecamatan Nele. Ia selalu ada di setiap lini untuk menyelamatkan spike maupun bola-bola kecil dari Nele.

Terpisah, Tartianus Albert, ketua panitia turnamen Bupati Cup mengatakan pertandingan antara tim Kecamatan Nele dan Kecamatan Nita menjadi final bergengsi pada gelaran pertama Bupati Cup 2025. Animo penonton memenuhi tribun dan enggan beranjak hingga penyerahan piala usai.
“Final hari ini luar biasa dan sangat berkesan. Semoga di turnamen berikutnya lebih bagus dan ada juara baru.”
Albert mengapresiasi kerja panitia yang berjalan sukses dari awal hingga akhir turnamen.
“Adapun kendala tetapi itu faktor alam. Saya berkoordinasi dengan pihak BMKG dan ada pemberitahuan mengenai cuaca saat itu sehingga laga sempat ditunda beberapa hari. Bersyukur laga semifinal dan final berjalan dengan aman.”

Albert juga mengucapkan terimakasih nya kepada pihak yang terlibat mulai dari kemanan hingga sponsor pada turnamen tersebut.
“Kami juga selalu berkoordinasi dengan pak Bupati mengenai perkembangan turnamen hingga acara puncak pada malam ini. Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dan juga masyarakat yang turut mendukung dengan tetap menjaga keamanan selama turnamen berlangsung,” ujar Tartianus Albert.
Penulis: Mia Margaretha.
Editor: Redaksi.










