BPJS Kesehatan Gencarkan Perang Lawan Diabetes dan Hipertensi, Ribuan Anak Muda Padati Fun Run 2026 di Buleleng

- Reporter

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BULELENG-Tajukntt.id — Semangat hidup sehat menggema di Lapangan Sepak Bola Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Minggu (24/05), saat ribuan peserta memadati ajang BPJS Kesehatan Fun Run 2026. Kegiatan ini menjadi kampanye besar BPJS Kesehatan dalam mendorong generasi muda lebih peduli terhadap ancaman Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT) yang kini semakin banyak menyerang usia produktif.

Mengusung kolaborasi bersama Universitas Pendidikan Ganesha dan komunitas lari Early Miles, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan olahraga lari 5K, tetapi juga edukasi kesehatan, skrining penyakit kronis, hingga sosialisasi layanan digital Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa olahraga dan pola hidup sehat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menekan lonjakan penyakit kronis di Indonesia.

“Menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga lari,” ujar Prihati.
Ia mengungkapkan, tren peningkatan kasus Diabetes Melitus dan Hipertensi dalam lima tahun terakhir menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, khususnya pada kelompok usia di bawah 45 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data BPJS Kesehatan periode 2021–2025 mencatat jumlah peserta JKN yang terdiagnosis Diabetes Melitus meningkat dari 240 ribu kasus menjadi lebih dari 401 ribu kasus atau naik sekitar 67,4 persen. Sementara kasus hipertensi melonjak dari 706 ribu kasus menjadi lebih dari satu juta kasus, meningkat sekitar 43,9 persen.

Tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, lonjakan penyakit kronis juga membebani pembiayaan layanan kesehatan nasional. BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan penyakit Diabetes Melitus meningkat dari Rp3,9 triliun pada 2021 menjadi Rp8,7 triliun pada 2025. Sedangkan pembiayaan hipertensi naik dari Rp6,2 triliun menjadi Rp15,1 triliun pada periode yang sama.

Secara kumulatif, sejak 2014 hingga 2025, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan sekitar Rp151,4 triliun untuk pembiayaan penyakit DM dan HT.
Prihati menegaskan bahwa penyakit kronis kini bukan lagi identik dengan usia lanjut. Menurutnya, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi faktor utama meningkatnya kasus pada kelompok usia muda dan produktif.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, menjaga pola makan, menjaga kesehatan mental, serta melakukan skrining kesehatan sejak dini,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, jajaran Forkopimda, tenaga kesehatan, mahasiswa, komunitas lari, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Gede Suyasa mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran hidup sehat di masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Rektor III Universitas Pendidikan Ganesha, I Ketut Sudiana. Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kampanye kesehatan menjadi langkah penting dalam membangun budaya hidup sehat sejak usia produktif.

Selain Fun Run 5K, kegiatan semakin meriah dengan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi Program JKN, zumba bersama, booth UMKM, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya.

BPJS Kesehatan juga memperkenalkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis Muda), program promotif dan preventif yang menyasar peserta JKN usia produktif di bawah 45 tahun yang memiliki risiko atau telah terdiagnosis penyakit kronis.

Melalui momentum ini, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan dan fitur digital melalui Aplikasi Mobile JKN guna mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini serta menjaga keaktifan kepesertaan JKN secara rutin.

Dengan semangat kolaborasi dan gaya hidup sehat, BPJS Kesehatan berharap generasi muda Indonesia semakin sadar bahwa pencegahan penyakit kronis dimulai dari langkah kecil yang dilakukan hari ini.

Komentar FB

Penulis : TajukNTT.id

Editor : TajukNTT.id

Sumber Berita : Rilis

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matahari Flores Di Langit Lembang: Catatan Perjalanan Menuju Kedaulatan Pangan
BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Kilat, Janjikan Layanan JKN Respons di Bawah 5 Menit
Emanuel Herdiyanto: Pernyataan Jusuf Kalla Bukan Penistaan, Tak Perlu Lapor Polisi
Pelindo Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Pemana
Pelindo Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Pemana Ditengah Kondisi Ekonomi Sedang Sulit
Jutaan Peserta JKN Terindikasi Risiko Penyakit Kronis, BPJS Perkuat Skrining
Prodi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere Raih Akreditasi “Unggul”
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Buka Saat Mudik Lebaran 2026, Posko Kesehatan Disiapkan di Jalur Padat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:07 WITA

BPJS Kesehatan Gencarkan Perang Lawan Diabetes dan Hipertensi, Ribuan Anak Muda Padati Fun Run 2026 di Buleleng

Senin, 20 April 2026 - 00:48 WITA

Matahari Flores Di Langit Lembang: Catatan Perjalanan Menuju Kedaulatan Pangan

Rabu, 15 April 2026 - 07:46 WITA

BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Kilat, Janjikan Layanan JKN Respons di Bawah 5 Menit

Senin, 13 April 2026 - 02:02 WITA

Emanuel Herdiyanto: Pernyataan Jusuf Kalla Bukan Penistaan, Tak Perlu Lapor Polisi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:52 WITA

Pelindo Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Pemana

Berita Terbaru