
Sikka-Progres pembangunan dua puskesmas di Kabupaten Sikka menunjukkan capaian berbeda. Puskesmas Nanga mencatat deviasi positif 6 persen dari target, sementara Puskesmas Tuanggeo masih tertinggal 4 persen di bawah rencana.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Pet Herlemus, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Maumere, Kamis (14/8/2025) siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, capaian positif di Puskesmas Nanga menandakan pekerjaan lapangan berjalan lebih cepat dari jadwal. Sebaliknya, keterlambatan di Puskesmas Tuangeo menjadi catatan untuk segera dilakukan percepatan.
“Untuk Puskesmas Nanga sampai minggu ketiga Agustus, progres sesuai perencanannya selalu plus 6 persen berarti kemajuan fisik sesuai dengan rencana progres fisik. Sehingga saat ini mulai pengerjaan untuk dinding hampir seluruhnya, sementara ini juga untuk lantai 2, istilahnya harus gali dalamnya 2,5 meter untuk menopang lantai 2. Kemudian progres kita, evaluasi pada sabtu kemarin tetap deviasi 6 persen. Berarti bahwa kemajuan fisik cukup baik untuk Puskesmas Nanga,” ungkapnya.
Sementara itu, Puskesmas Tuanggeo menghadapi beberapa kendala teknis, di antaranya penentuan sumber air, ketersediaan batako, dan keterlambatan pengiriman alat berat akibat kondisi pasang surut laut yang memengaruhi jadwal kapal feri.
“Karena kemarin kita harus evaluasi dan kita harus ambil sampel air untuk bagaimana air yang digunakan dengan standar. Hasil laboratorium sudah keluar dan ada dua titik (sumber air) yang layak untuk diambil. Kemudian ada juga kendala batako. Dalam rapat antara saya selaku PPK, kontraktor rekanan, konsultan perencana, konsultan pengawas dan juga tim teknis juga merekomendasikan agar batako sebaiknya diambil dari Maumere saja. Dan rekanan sudah mengiyakan itu. Ada juga pertimbangan rekanan nanti dicetak (batako) di sana dan diawasi konsultan pengawas,” jelasnya.
Hingga minggu ketiga Agustus, progres fisik Puskesmas Tuanggeo masih minus 4 persen. Namun, langkah percepatan telah disiapkan, termasuk pendropingan material, pengerjaan galian fondasi, dan penjadwalan ulang pekerjaan.
“Tetapi langkah-langkah antisipasi untuk percepatan ini sudah dilakukan. Laporan hari ini (pagi tadi), material sudah mulai didrop, kemudian galian fondasi sudah mulai digali, sehingga mungkin minggu depan mulai proses untuk fondasi awal. Memang ada kendala-kendala itu karena kemarin juga agak terlambat pendropingan alat berat proyek karena kapal fery juga harus menunggu pasang surut pasang naik air laut, harus dibaca dengan baik, sehingga ada keterlambatan hampir dua minggu,” terangnya.

Ia memastikan seluruh peralatan kerja sudah berada di lokasi, material pasir dan batu siap digunakan, serta pengiriman material terus berjalan.
Selain itu, tim teknis dari konsultan pengawas, rekanan, dan Dinkes Sikka juga telah menyusun kalender kerja baru untuk menutup deviasi minus tersebut.
Dengan keterlambatan yang ada, Pet Herlemus tetap optimis target penyelesaian proyek sesuai kontrak pada akhir Desember 2025 bisa tercapai. Evaluasi rutin dilakukan setiap akhir pekan untuk memantau progres dua proyek tersebut.
“Sekarang juga kita antisipasi jangan sampai ada kelangkaan air dan itu kita sudah panggil kontraktor beberapa solusi yang kita tawarkan. Kita berharap ke depannya, kita saling mendukung terutama masyarakat Palue supaya saling mendukung, jangan sampai menghalang-halangi atau kontraktor merasa tertekan sehingga progresnya itu lamban,” ujarnya.
Pet Herlemus pun mengimbau masyarakat Kecamatan Palue untuk memberikan dukungan penuh agar pembangunan puskesmas ini selesai tepat waktu.








