
Sikka-Senyum lega bercampur haru tampak jelas di wajah Mama Martina Bala, seorang ibu tunggal asal Kampung Magesayang, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. Bersama keempat anaknya, ia akhirnya bisa menempati rumah layak huni baru setelah bertahun-tahun tinggal di rumah reyot yang nyaris roboh.
Pembangunan rumah tersebut rampung pada Sabtu (16/8/2025), berkat dukungan penuh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Sikka dan Pemerintah Desa Hoder.
Tahap akhir pembangunan turut melibatkan para tukang bersama belasan mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unipa Maumere yang sedang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehari kemudian, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (17/8/2025), rumah itu resmi diserahkan kepada Mama Martina Bala dalam sebuah upacara sederhana namun penuh makna.
Prosesi serah terima ditandai dengan penyerahan bendera merah putih dari Ketua KADIN Sikka, Harijanto Japira kepada Mama Martina sebagai simbol kemerdekaan baru bagi keluarganya merdeka dari rumah tak layak huni.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua KADIN Sikka, Harijanto Japira, didampingi Sekretaris Desa Hoder Kornelis Erwin, Rektor Unipa Maumere Dr. Gery Gobang, Pastor Paroki Quasi Wairita RD. Kanis Mbani, mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unipa dan wartawan.

Pastor RD. Kanis Mbani menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan banyak pihak.
“Ini bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi wujud nyata kasih dan gotong royong. Semoga Mama Martina dan anak-anak bisa membangun kehidupan baru yang lebih baik dari sini,” ujarnya.
Sekretaris Desa Hoder, Kornelis Erwin, menambahkan bahwa bantuan baru bisa direalisasikan setelah Mama Martina memiliki tanah sendiri.
“Barulah di tahun ini, ketika ada pemberitaan, kami kemudian mengecek lagi. Mama Martina lewat anaknya yang kerja di Kalimantan telah membeli tanah di Magesayang sehingga kami memproses surat jual beli tanah dan bisa memberikan bantuan berupa bahan bangunan senilai Rp10 juta,” jelasnya.
Ia menambahkan, atas nama Pemdes Hoder, kami menyampaikan terima kasih kepada KADIN Indonesia, KADIN NTT, dan KADIN Sikka sehingga rumah gotong royong bisa selesai dibangun. Terima kasih juga kepada adik-adik mahasiswa Unipa yang membantu selesaikan pembangunan rumah ini.
Ketua KADIN Sikka, Harijanto Japira, menyebut penyerahan rumah ini sebagai momen berahmat.
“Atas nama Ketua KADIN Indonesia Anindya Bakrie dan Ketua KADIN NTT Bobi Liyanto, hari ini kami menyerahkan rumah gotong royong yang dicanangkan sebanyak 500 unit untuk seluruh Indonesia. Kebetulan di NTT mendapat 50 rumah, dan Kabupaten Sikka ini yang pertama diserahkan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, “Hari ini kami mencari momen di hari kemerdekaan ini, karena Ibu Martina sudah merdeka dari nasib tidak tentu. Kami percaya, ini campur tangan Tuhan bahwa kita bisa berkumpul di sini. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak, KADIN Indonesia, KADIN NTT, Komunitas Tionghoa Maumere, Pastor Paroki Wairita, Pemkab Sikka, Pemdes Hoder, serta mahasiswa Teknik Sipil Unipa Maumere yang bahu membahu sehingga rumah ini bisa diserahterimakan hari ini.
Rektor Unipa Maumere, Dr. Gery Gobang, juga menekankan makna kolaborasi.
“Hari ini merupakan momentum bermakna, di mana kita bersama KADIN Indonesia, KADIN NTT, KADIN Sikka, Komunitas Tionghoa Maumere, Paroki Santu Arnoldus Jansen Wairita, dan Pemdes Hoder menyerahkan sebuah aksi gotong royong yang disebut rumah gotong royong sebagai bagian dari makna kemerdekaan itu sendiri,” tuturnya.
Ia menambahkan, Mama Martina Bala mendapatkan rumah ini tepat di HUT RI. Itu menjadi kesempatan bagi beliau dan seluruh warga untuk memaknai rasa cinta tanah air.

“Saya lihat Mama sudah ikat bendera di kepala, itu simbol bahwa negara hadir melalui KADIN Indonesia, KADIN NTT, KADIN Sikka, dan komunitas lainnya. Kami berharap rumah-rumah gotong royong lain terus dibangun agar negara semakin hadir bagi rakyat yang membutuhkan.” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Mama Martina sendiri tak kuasa menahan air mata.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa tinggal di rumah seperti ini. Terima kasih KADIN, terima kasih pemerintah desa Hoder, dan semua yang sudah membantu. Ini hadiah kemerdekaan paling indah bagi saya dan anak-anak,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Ia juga menyampaikan bahwa sehari setelahnya, 18 Agustus 2025, adalah ulang tahunnya yang ke-54.
“Rumah ini adalah hadiah terbaik di hari ulang tahun saya dan anak-anak,” katanya haru.
Bagi Mama Martina, rumah sederhana berukuran 7×5 meter dengan dinding kokoh bercat putih, beratap rapi, dan berlantai semen kasar itu bukan sekadar bangunan. Rumah itu adalah simbol harapan sekaligus titik balik kehidupan.
Di momentum HUT RI ke-80, Mama Martina dan anak-anaknya akhirnya merasakan arti merdeka yang sesungguhnya: merdeka dari rasa khawatir saat hujan deras, merdeka dari rasa takut rumah roboh, dan merdeka untuk menata masa depan dengan lebih layak.








