Sikka-Laga penyisihan Grup A Turnamen Bola Voli Bupati Cup Kabupaten Sikka 2025 menghadirkan dua kekuatan besar voli kecamatan Nita dan Waigete yang bertarung sengit hingga lima set sebelum akhirnya Nita memastikan kemenangan dramatis 3–2 di Lapangan Voli Gelora Samador Maumere, Sabtu malam (2/11).
Pertandingan ini sejak awal diprediksi bakal menjadi “final lebih awal”, karena kedua tim sama-sama dikenal memiliki komposisi pemain berpengalaman.
Sejak set pertama, kedua tim langsung tampil agresif. Waigete membuka permainan dengan serangan cepat dan spike keras dari sisi sayap. Nita tak tinggal diam dengan balik menyerang namun pertahanan Waigete yang solid serta blok rapat di jantung net membuat tim tersebut kesulitan menambah angka. Variasi serangan tajam dari pemain muda seperti Brian dan Kubo menjadi titik dominasi Waigete dengan kemenangan telak 25-17 di babak pertama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masuk ke babak kedua, Nita mulai percaya diri. Pertahanan rapat di garis depan membuat sejumlah spike keras dari pemain Waigete berhasil dipatahkan. Serangan cepat yang dibangun oleh Efron, Ricky dan Rhio berhasil mengumpulkan angka dan membuat Waigete tertinggal lima poin lebih awal.
Sementara Waigete sesekali hanya diselamatkan dengan smash Kubo dan beberapa kali back attack dari Brian. Kesalahan-kesalahan kecil seperti phasing yang kurang cermat dan smash yang mampu diblok membantu tim Nita memenangi laga.
Kalah di set kedua, Waigete langsung bangkit di set ketiga. Perubahan pola serangan dari pelatih Fandi Bernad berhasil merubah angka dan membawa Waigete melaju dari dengan jarak delapan poin. Meski sempat menyamakan kedudukan di angka 20-20 konsistensi serangan sayap dari pemain andalan Brian dan Kubo membuat Waigete menutup set ketiga dengan skor 25–21.
Strategi Pelatih Nita Berbuah Manis
Pelatih Nita, Marianus melakukan perubahan taktik krusial di set keempat. Ia menginstruksikan para pemain untuk langsung menyerang, bermain dengan tempo cepat, memanfaatkan celah di posisi tengah Waigete yang terlihat longgar.

Kombinasi serangan dari beberapa pemain Nita sukses mengacaukan pertahanan Waigete. Setelah pertarungan sengit, Nita merebut set keempat dengan skor 25–21 dan memaksa Waigete untuk bertarung di set terakhir.
Memasuki babak terakhir, Nita unggul terlebih dahulu dan tidak memberi tempat pada Waigete. Blok beruntun dari pemain Nita membuat tim Waigete frustasi dan kehilanganbeberapa poin. Mereka bahkan tertinggal 2-10 dari Nita. Tim Nita yang semakin percaya diri akhirnya melejit dengan mengalahkan Waigete dengan skor mencolok 15-5.
Kemenangan ini membuat Kecamatan Nita membuka peluang besar untuk melangkah ke babak berikutnya sementara Waigete harus berjuang lebih keras di dua laga terakhir agar tetap menjaga asa lolos dari fase grup.
Fandi Bernad, pelatih dari tim Waigete mengungkapkan bahwa kekalahan ini bagian dari proses timnya untuk menghadapi tim-tim lain pada laga berikutnya.
“Yang cukup menjadi kewalahan adalah mental para pemain apalagi menghadapi set-set krusial yang membuat mereka terlambat untuk menemukan kembali pola permainan yang di terapkan. Tetapi ini menjadi refleksi untuk kami agar kami bisa berbenah pada dua pertandingan berikutnya agar bisa lolos ke fase grub,” terang Bernad.
Marianus, pelatih dari tim Kecamatan Nita mengatakan, kemenangan ini buah dari strategi yang telah diterapkan sebelumnya Dengan mempelajari taktik bermain lawan. Menurutnya, tim Waigete merupakan tim unggulan yang notabene memiliki komposisi pemain yang bagus di beberapa klub.
“Kami mempelajari betul cara mereka bermain dengan menonton pertandingan-pertandingan mereka sebelumnya sehingga ini yang menjadi titik balik bagi kami untuk memperebutkan beberapa set krusial termasuk set penentu,” ujar Marianus kepada TajukNTT.
Penulis:Mia Margaretha Holo.









