Duka di Perairan Kawaliwu, Flotim, Dua Nelayan Ditemukan Tak Bernyawa Usai Sampan Terbalik

- Reporter

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FLORES TIMUR-TAJUKNTT-Isak tangis menyelimuti pesisir Pantai Kawaliwu, Kabupaten Flores Timur, setelah misi pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang akibat kecelakaan sampan berakhir duka. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir pada Jumat (13/3) pagi, memastikan seluruh korban telah ditemukan.
Petaka bermula pada Kamis (12/3) sore sekitar pukul 17.30 WITA. Tiga orang nelayan lokal, yakni Yuven Koten (38), Alfred Koten (40), dan Alex Koten (46), berangkat melaut untuk memancing menggunakan sebuah sampan kayu.
Nahas, baru berselang 30 menit di tengah laut, cuaca buruk tiba-tiba datang. Sampan yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi dan arus kuat hingga terbalik di koordinat 8∘16′15.52″S–122∘52′27.39″E.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melakukan aksi penyelamatan spontan. Beruntung, Yuven Koten (38) berhasil diraih dan dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat. Namun, dua rekannya, Alfred dan Alex, hilang ditelan ombak.
Laporan resmi masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere pada pukul 22.00 WITA melalui warga bernama Maxi Riangkotek. Merespons laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian (LKK).
Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 23.00 WITA, tim di lapangan melaporkan penemuan korban pertama atas nama Alfred Koten (40). Alfred ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 400 meter dari titik awal sampan terbalik. Jenazah korban langsung dievakuasi malam itu juga.
Memasuki hari kedua, Jumat (13/3), operasi SAR kembali dilanjutkan sejak pukul 06.00 WITA. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Maumere, TNI AL, Polair, KSOP, BPBD, serta nelayan setempat melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan Rubber Boat 30 PK milik Kansar Maumere.
Kondisi lapangan tidaklah mudah. Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi sempat menjadi kendala utama bagi tim pencari. Namun, penyisiran tetap difokuskan ke arah selatan mengikuti arah arus laut.
Setelah tiga jam menyisir perairan, Tim SAR akhirnya menemukan korban terakhir, Alex Koten (46), pada pukul 09.30 WITA. Jasad Alex ditemukan mengapung di koordinat 8∘16′53.89″S–122∘53′9.35″E, atau berjarak kurang lebih 1,9 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Lewolema untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere secara resmi menutup Operasi SAR ini.
“Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari instansi pemerintahan maupun masyarakat nelayan yang sangat sigap membantu. Meskipun cuaca cukup menantang, koordinasi yang baik membuat seluruh korban dapat ditemukan dengan cepat,” tulis pernyataan resmi Basarnas Maumere.
Kini, seluruh unsur SAR telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi saat melaut.

Komentar FB
Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH
Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu
12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat
LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota
Bupati Sikka Bertemu Wamen Pekerjaan Umum, Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Daerah
Rekan Kerja Meninggal Tak Wajar, Guru SMPN Nuba Arat Mogok Kerja dan Datangi Dinas PKO Sikka
Bupati Sikka Temui Wakil Menteri Perhubungan, Perjuangkan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Aewige
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:24 WITA

Belajar dari Kasus SMPN Nuba Arat, Dinas PKO Sikka Akan Optimalkan Peran Pengawas dan Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan di Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 13:14 WITA

Buntut Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepala Sekolah dan Mogok, Dinas PKO Sikka Geser Kepsek ke Dinas, Tetapkan Seorang PLH

Kamis, 16 April 2026 - 01:32 WITA

Guru SMPN Nuba Arat, Sikka Segel Ruang Kepala Sekolah, KBM Terganggu

Kamis, 16 April 2026 - 00:30 WITA

12 Guru Mogok Mengajar, Dinas PKO Sikka Akui Ada Masalah Internal di SMPN Nuba Arat

Rabu, 15 April 2026 - 11:19 WITA

LPDB Koperasi Datangi Kopdit Obor Mas, Buka Peluang Pinjaman Baru untuk Dorong Ekonomi Anggota

Berita Terbaru