FLORES TIMUR-TAJUKNTT-Isak tangis menyelimuti pesisir Pantai Kawaliwu, Kabupaten Flores Timur, setelah misi pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang akibat kecelakaan sampan berakhir duka. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir pada Jumat (13/3) pagi, memastikan seluruh korban telah ditemukan.
Petaka bermula pada Kamis (12/3) sore sekitar pukul 17.30 WITA. Tiga orang nelayan lokal, yakni Yuven Koten (38), Alfred Koten (40), dan Alex Koten (46), berangkat melaut untuk memancing menggunakan sebuah sampan kayu.
Nahas, baru berselang 30 menit di tengah laut, cuaca buruk tiba-tiba datang. Sampan yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi dan arus kuat hingga terbalik di koordinat 8∘16′15.52″S–122∘52′27.39″E.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melakukan aksi penyelamatan spontan. Beruntung, Yuven Koten (38) berhasil diraih dan dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat. Namun, dua rekannya, Alfred dan Alex, hilang ditelan ombak.
Laporan resmi masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere pada pukul 22.00 WITA melalui warga bernama Maxi Riangkotek. Merespons laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian (LKK).
Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 23.00 WITA, tim di lapangan melaporkan penemuan korban pertama atas nama Alfred Koten (40). Alfred ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 400 meter dari titik awal sampan terbalik. Jenazah korban langsung dievakuasi malam itu juga.
Memasuki hari kedua, Jumat (13/3), operasi SAR kembali dilanjutkan sejak pukul 06.00 WITA. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Maumere, TNI AL, Polair, KSOP, BPBD, serta nelayan setempat melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan Rubber Boat 30 PK milik Kansar Maumere.
Kondisi lapangan tidaklah mudah. Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi sempat menjadi kendala utama bagi tim pencari. Namun, penyisiran tetap difokuskan ke arah selatan mengikuti arah arus laut.
Setelah tiga jam menyisir perairan, Tim SAR akhirnya menemukan korban terakhir, Alex Koten (46), pada pukul 09.30 WITA. Jasad Alex ditemukan mengapung di koordinat 8∘16′53.89″S–122∘53′9.35″E, atau berjarak kurang lebih 1,9 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Lewolema untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere secara resmi menutup Operasi SAR ini.
“Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari instansi pemerintahan maupun masyarakat nelayan yang sangat sigap membantu. Meskipun cuaca cukup menantang, koordinasi yang baik membuat seluruh korban dapat ditemukan dengan cepat,” tulis pernyataan resmi Basarnas Maumere.
Kini, seluruh unsur SAR telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi saat melaut.








