MAUMERE-tajukntt.id — Malam itu, halaman Masjid Attaqwa Ngolo di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, dipenuhi warga yang datang dengan harapan sederhana: membawa pulang paket sembako untuk kebutuhan keluarga selama Ramadhan. Bagi sebagian dari mereka, bantuan itu bukan sekadar, melainkan tanda bahwa masih ada tangan yang peduli di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa.
Namun bantuan bagi 100 kepala keluarga (KK) itu tidak hadir begitu saja. Di baliknya, ada proses panjang—serangkaian komunikasi, pendekatan, hingga lobi yang dilakukan oleh Camat Alok, Cherry Newar, kepada berbagai perusahaan agar mau membantu masyarakat di wilayahnya.
Penyaluran bantuan yang berlangsung Jumat (13/3/2026) itu merupakan hasil kerja sama antara CV Rajajaya Motor Maumere, Pemerintah Kecamatan Alok, dan Pemerintah Desa Gunung Sari dalam momentum berbagi kasih di bulan suci Ramadhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika Anggaran Tak Cukup
Bagi pemerintah kecamatan, membantu warga tidak selalu bisa mengandalkan anggaran pemerintah. Banyak kebutuhan sosial masyarakat yang tidak sepenuhnya bisa dijangkau oleh program bantuan resmi.
Di situlah, menurut Cherry Newar, peran seorang pemimpin wilayah diuji—apakah hanya menunggu program turun dari atas, atau berinisiatif mencari dukungan dari berbagai pihak.
“Sebagai camat, saya harus berjuang meminta bantuan baik kepada perusahaan swasta maupun BUMN. Tidak semua camat mau dan punya niat melakukan hal seperti ini,” kata Cherry kepada wartawan di sela kegiatan.
Ia mengakui bahwa mendapatkan dukungan dari perusahaan bukan perkara mudah. Setiap bantuan harus diawali dengan komunikasi, meyakinkan pihak perusahaan bahwa bantuan tersebut benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Jangan melihat besar atau kecilnya bantuan ini. Yang penting adalah masih ada perusahaan yang memiliki hati untuk membantu masyarakat di desa ini,” ujarnya.
Menjembatani Dunia Usaha dan Masyarakat
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika CV Rajajaya Motor Maumere bersedia menyalurkan bantuan paket sembako bagi warga Desa Gunung Sari.
Di halaman masjid, warga tampak mengantre dengan tertib menerima bantuan. Sebagian ibu-ibu terlihat berbincang sambil memegang paket sembako yang baru mereka terima.
Tokoh masyarakat setempat, Miharja, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi warga di sekitar masjid.
“Kami dari ketakmiran Masjid Attaqwa Ngolo mengucapkan terima kasih kepada CV Rajajaya Motor Honda yang sudah berkesempatan hadir di tempat kami berbagi kasih dengan jemaat kami di Desa Gunung Sari,” kata Miharja.
Menurut dia, kepedulian seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial masih hidup di tengah masyarakat.
“Kami bersyukur kepada Allah SWT karena masih ada pihak yang peduli melihat kondisi masyarakat kami,” ujarnya.
Bantuan Lain Menyusul
Cherry Newar mengungkapkan bahwa upaya mencari bantuan bagi masyarakat tidak berhenti pada satu perusahaan saja. Ia juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain.
Salah satunya adalah PT Pelindo, yang menurut rencana akan menyalurkan bantuan bagi warga Desa Pemana pada hari berikutnya.
Bagi Ceri, upaya tersebut adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai pemimpin wilayah.
“Sebagai camat, saya harus berjuang untuk masyarakat. Kalau kita hanya menunggu, mungkin bantuan itu tidak akan datang,” katanya.
Solidaritas di Bulan Ramadhan
Sementara itu, Kris, Kepala Kantor Cabang CV Rajajaya Motor Maumere, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, tokoh masyarakat, dan Bapak Camat yang sudah memberikan ruang kepada kami untuk berbagi kasih bersama masyarakat di sini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang.
“Kami juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri. Kami mohon doa agar ke depan kami bisa terus menyerahkan bantuan seperti ini,” kata Kris.
Bagi warga Desa Gunung Sari, bantuan sembako itu mungkin tidak mengubah keadaan secara besar. Namun di bulan Ramadhan, bantuan tersebut menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar kebutuhan pokok—rasa diperhatikan dan harapan bahwa kepedulian masih menemukan jalannya.
Penulis : TajukNTT.id
Editor : TajukNTT.id
Sumber Berita : Liputan










