MAUMERE-TAJUKNTT- Senyum sumringah terpancar dari wajah warga Desa Watuomok dan Desa Baokremot, Kecamatan Talibura. Setelah 12 tahun hanya bisa memimpikan akses jalan yang layak, kerinduan mereka akan hadirnya jembatan penghubung akhirnya terjawab melalui inisiatif TNI Angkatan Darat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Senin (30/03/2026), Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, bersama jajaran Forkopimda secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda. Proyek strategis ini diprakarsai oleh TNI AD dan dikerjakan langsung oleh KODIM 1603 Sikka untuk memutus isolasi wilayah di Kecamatan Talibura.
Sekdes Watuomok, Paulus Pit Geon mengungkapkan, selama belasan tahun, sebanyak 127 siswa dari SDI Blawuk dan SMPN Nebe harus bertaruh nasib setiap hari. Pelajar yang berasal dari Kampung Wair Bou dan Kampung Wae Loke ini terpaksa menyeberangi sungai demi bisa sampai ke sekolah.
“Selama ini anak-anak kami sangat kesulitan. Dengan adanya jembatan ini, akses menuju sekolah akan jauh lebih mudah dan aman,” ujar Paulus Pit Geon.
Tak hanya bagi pelajar, jembatan ini menjadi urat nadi baru bagi 1.783 warga Desa Watuomok. Mobilitas ekonomi dan aktivitas sosial yang selama ini terhambat oleh aliran sungai dipastikan akan meningkat pesat setelah pembangunan selesai.
Jembatan Garuda akan dibangun dengan model jembatan gantung sepanjang 100 meter. Di bawah komando Dandim 1603 Sikka, Letkol Arm Denny Rieasta Permana, prajurit TNI AD ditargetkan menyelesaikan pembangunan ini dalam waktu singkat, yakni 30 hari.
Bupati Juventus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto, KSAD, hingga jajaran KODIM 1603 Sikka atas aksi nyata ini.
“Kerinduan ini sudah dinantikan selama 12 tahun. Tahun 2026 ini akhirnya terjawab. Kami akan terus bekerja sama dengan KODIM 1603 Sikka untuk mengusulkan pembangunan serupa di titik-titik lain di Kabupaten Sikka kepada pemerintah pusat,” tegas Bupati Juventus.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh, Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, Dandim 1603 Sikka, Letkol Arm Denny Rieasta Permana, Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S, Kajari Sikka, Armadha Tangdibali serta jajaran Kepala Dinas PUPR, Camat Talibura, dan tokoh masyarakat setempat.








