
MAUMERE, TAJUKNTT– Hiruk pikuk aktivitas embarkasi penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu di Pelabuhan Laurentius Say Maumere berubah seketika menjadi suasana duka yang mendalam pada Minggu (5/4/2026) pagi. Seorang buruh gerobak atau porter bernama Fransiskus Wero menghembuskan napas terakhirnya usai pingsan saat tengah berjuang mencari nafkah di tengah kerumunan penumpang.
Insiden tragis itu terjadi di Dermaga III saat kapal milik PT Pelni tersebut sedang melakukan proses pemuatan penumpang. Fransiskus yang saat itu sedang bekerja tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri di tengah padatnya arus manusia.
Petugas dari PT Pelindo yang berjaga di lokasi bersama personel KP3 dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung melakukan langkah darurat. Melihat kondisi korban yang kritis, petugas segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, perjuangan Fransiskus berakhir memilukan. Setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia sekitar pukul 10.30 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, kematian Fransiskus diduga kuat akibat kelelahan fisik yang ekstrem. Diketahui, beban kerja porter di pelabuhan saat kapal besar bersandar memang sangat tinggi.
Selain faktor kelelahan, pihak keluarga juga membeberkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) serta gangguan penglihatan yang diduga turut memperburuk kondisi fisiknya saat bekerja di bawah tekanan cuaca dan beban kerja.
General Manager PT Pelindo, Angga Adi Prebawa, dalam keterangannya memastikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak pertama kali korban ditemukan pingsan.
“Kami telah mengambil langkah proaktif melalui evakuasi medis dan koordinasi ketat dengan instansi terkait, termasuk melaporkan kejadian ini kepada KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere,” ujar Angga.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga kerja yang sehari-hari beraktivitas di pelabuhan, PT Pelindo juga memberikan pendampingan langsung kepada keluarga korban di RSUD TC Hillers.
Pihak Pelindo juga mengimbau seluruh porter dan tenaga kerja di lingkungan pelabuhan agar tidak memaksakan diri bekerja jika merasa kurang sehat.
“Kami berduka atas kejadian ini. Kami mengimbau seluruh rekan-rekan di lapangan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja (Safety First) dan segera beristirahat jika kondisi fisik mulai menurun,” pungkas Angga.
Kepergian Fransiskus Wero meninggalkan duka bagi rekan-rekan sesama porter yang setiap hari bersama-sama mengadu nasib di dermaga kebanggaan warga Kabupaten Sikka tersebut.








