JAKARTA, TAJUKNTT-Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu pada wilayah 3 T di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kini resmi memasuki babak baru. Proyek dengan nilai pagu mencapai Rp 54.961.440.000 tersebut saat ini tengah memasuki tahapan lelang pelaksanaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini pada website https://spse.inaproc.id/esdm, untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah V tercatat sebanyak 92 rekanan (perusahaan) terpantau ikut berkompetisi dalam proses lelang proyek yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) yang telah rampung dikerjakan pada tahun anggaran 2025 lalu.
Dana sebesar Rp 54 miliar tersebut akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur PLTS di dua titik krusial yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, yaitu di Desa Lidi di Kecamatan Palue dan Desa Semparong di Kecamatan Alok.
Kepastian progres lelang ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, usai melakukan pertemuan strategis dengan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Pradana Indraputra, di Jakarta, Senin (13/4/2026).
“Alhamdulillah, untuk PLTS di Kabupaten Sikka statusnya sudah dilelangkan. Pihak kementerian memastikan pengerjaan fisiknya akan dilaksanakan dalam tahun ini juga,” ungkap Bupati Juventus.
Sejalan dengan proyek PLTS tersebut, Bupati Juventus juga menyerahkan kepada Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Pradana Indraputra berupa usulan bantuan teknis lainnya guna memastikan infrastruktur ini berdampak langsung ke masyarakat, di antaranya, 3.362 sambungan baru melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis dan perluasan jaringan listrik di 89 titik yang tersebar di 71 dusun dan kelurahan.
Penulis: Mario WP Sina
Editor: Redaksi.










