MAUMERE-Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Sikka menyoroti tajam tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Di tengah tren penurunan alokasi dana transfer pusat, Fraksi Gerindra meminta Bupati Sikka agar tidak mengejar pajak rakyat sebagai jalan pintas untuk menutup defisit fiskal, melainkan memacu masuknya investasi ke daerah.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna V Masa Sidang III agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi terhadap Pidato Pengantar KUA-PPAS APBD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2027 di Ruang Sidang Utama Lepo Kulababong, Jumat (31/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fraksi Gerindra menilai bahwa arah kebijakan keuangan daerah TA 2027 yang dipaparkan pemerintah daerah memberi sinyal kuat bahwa optimalisasi pajak akan dijadikan tumpuan utama. Kebijakan ini dinilai sangat ironis di tengah menurunnya daya beli masyarakat saat ini.
”Dari pidato pengantar saudara bupati mengenai arah kebijakan keuangan daerah tahun 2027 tergambar bahwasanya rakyat akan semakin terkejar dengan pajak. Optimalisasi pajak menjadi jalan pintas pemerintah untuk memenuhi arah kebijakan pembangunan. Ironis memang, di tengah kondisi faktual menurunnya daya beli masyarakat mereka harus dibebankan lagi dengan kewajiban pajak yang mengikat,” tegas Sufriyance Merison Botu yang membacakan pemandangan umum Fraksi Gerindra.
Fraksi Gerindra juga mempertanyakan langkah antisipasi konkret yang disiapkan Pemkab Sikka jika alokasi dana transfer pusat pada tahun anggaran 2027 mendatang kembali merosot drastis atau bahkan tidak ada sama sekali.
Sebagai solusi strategis, Fraksi Gerindra mendesak Bupati Sikka dan jajarannya untuk memfokuskan energi pada penciptaan iklim investasi yang kondusif ketimbang terus meletakkan beban pada pundak warga. Peningkatan investasi dinilai menjadi jalan keluar agar perekonomian daerah tumbuh tanpa menggerus kesejahteraan masyarakat.
”Sampai di sini, Fraksi Gerindra mempertanyakan seperti apa kebijakan pemerintah daerah membangkitkan iklim investasi di daerah? Adakah proyeksi investasi yang akan masuk ke Kabupaten Sikka pada tahun 2027 nanti? Setidaknya kebijakan investasi ini akan memberikan ruang lebih kepada masyarakat untuk bernapas tanpa merasa terkejar oleh pajak yang mengikat,” ungkap Sufriyance Merison Botu.









