Home / NTT

El Niño Melanda Teka Iku, DPRD Sikka Desak BPBD Kirim Air Bersih

- Reporter

Wednesday, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIKKA-Tajukntt.id — Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau mulai memperberat kehidupan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Di Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, warga kini menghadapi persoalan serius berupa keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Sikka, Yosep Karmianto Eri. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Sikka, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera turun tangan dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Desa Teka Iku.

“Saya minta BPBD untuk memberikan pelayanan air minum bersih untuk warga Desa Teka Iku,” tegas Yosep Karmianto Eri (9/9/26).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Yosep, persoalan yang dihadapi masyarakat Teka Iku saat ini tidak jauh berbeda dengan kondisi warga di Kecamatan Palue. Ketergantungan masyarakat terhadap bak penampung air hujan membuat persediaan air semakin terbatas ketika hujan tidak kunjung turun.

“Kondisi masyarakat Desa Teka Iku sama dengan kondisi masyarakat di Kecamatan Palue yang hanya mengandalkan bak tadah hujan,” ujarnya.

Memasuki puncak musim kemarau, ketergantungan terhadap air hujan menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air. Persediaan yang ditampung melalui bak tadah hujan terus berkurang, sementara kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga tetap berjalan setiap hari.

Situasi tersebut berpotensi semakin berat ketika El Niño menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang dan curah hujan berada di bawah kondisi normal. Bagi masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air pada hujan, perubahan pola cuaca bukan sekadar persoalan iklim, tetapi langsung menyentuh kebutuhan dasar mereka.

Di tengah situasi itu, Yosep menilai pemerintah daerah tidak boleh menunggu hingga masyarakat benar-benar mengalami krisis air. Distribusi air bersih, menurut dia, harus segera dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan respons pemerintah terhadap warga yang terdampak.

“Dengan kondisi seperti ini, saat ini warga Teka Iku sangat membutuhkan air minum bersih. Oleh karena itu, saya meminta pemerintah melalui BPBD untuk mengantarkan air minum bersih kepada warga Teka Iku,” katanya.

BPBD Diminta Bergerak Cepat

Sebagai perangkat daerah yang memiliki tugas dalam penanggulangan bencana, BPBD Kabupaten Sikka diharapkan tidak hanya bergerak ketika terjadi bencana alam yang bersifat tiba-tiba. Ancaman kekeringan dan krisis air bersih akibat kondisi cuaca ekstrem juga membutuhkan langkah antisipasi dan respons cepat.

Pemerintah Kabupaten Sikka perlu memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan, terutama desa-desa yang sumber airnya sangat bergantung pada curah hujan.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pemetaan wilayah yang mengalami kekurangan air, pendataan kebutuhan warga, penyiapan armada pengangkut air, serta distribusi air secara berkala selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Bagi warga Desa Teka Iku, persoalan air bersih bukan lagi sekadar ancaman yang harus diantisipasi. Kebutuhan itu telah menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dijawab pemerintah.

Yosep berharap permintaannya tersebut segera mendapat respons konkret dari Pemerintah Kabupaten Sikka dan BPBD, sehingga masyarakat Desa Teka Iku tidak harus menghadapi kemarau panjang tanpa kepastian ketersediaan air untuk kebutuhan dasar mereka.

Komentar FB

Penulis : Wiliam

Editor : TajukNTT.id

Sumber Berita : Wawancara

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSSI Kabupaten Sikka Bagi Bola Kaki untuk Anak Sekolah Terdampak Gempa
Hari Pertama Sekolah, Bupati Sikka Lakukan Trauma Healing Siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang
18.833 Warga Sikka Masih Mengungsi, Kecamatan Talibura Terbanyak Dibanding Palu’e
BNI Cabang Maumere Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa di Palu’e
Satu Pengungsi Mandiri Gempa Flores di Desa Nangahale Meninggal Dunia, Satu Digigit Ular
AWAS Buka 25 Nomor Pengaduan Korban Gempa Flores di Kabupaten Sikka
Mama Rosmini, Janda Penderita Stroke dengan Kursi Roda Pinjaman yang Memilih Bertahan di Lapangan Kota Baru Karena Gempa
Kelurahan Beru Droping Sembako untuk 16 KK Penyitas Gempa di Lapangan Kota Baru
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 9 September 2026 - 13:03 WITA

El Niño Melanda Teka Iku, DPRD Sikka Desak BPBD Kirim Air Bersih

Tuesday, 8 September 2026 - 11:31 WITA

PSSI Kabupaten Sikka Bagi Bola Kaki untuk Anak Sekolah Terdampak Gempa

Monday, 31 August 2026 - 03:35 WITA

Hari Pertama Sekolah, Bupati Sikka Lakukan Trauma Healing Siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang

Tuesday, 25 August 2026 - 07:06 WITA

18.833 Warga Sikka Masih Mengungsi, Kecamatan Talibura Terbanyak Dibanding Palu’e

Sunday, 23 August 2026 - 14:03 WITA

BNI Cabang Maumere Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa di Palu’e

Berita Terbaru