MAUMERE-tajukntt, Hingga hari kesembilan gempa Flores, sebanyak 18.833 warga Kabupaten Sikka masih mengungsi baik secara mandiri maupun pada posko pengungsian terpusat.
Data Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, 24/08/2026 mencatat, dari 18.833 warga Sikka yang mengungsi, sebanyak 1.068 jiwa atau 244 Kepala Keluarga (KK) berada di posko pengungsian terpusat di Lapangan Gelora Samador-Maumere. Sedangkan 17.765 jiwa atau 4.906 KK tersebar di posko pengungsian mandiri.
Total pengungsi ini tersebar di enam kecamatan dengan rincian: Kecamatan Alok (2.372 jiwa), Alok Barat (1.505 jiwa), Alok Timur (1.421 jiwa), Bola (210 jiwa), Kangae (1.041 jiwa), Mego (155 jiwa), Nita (1.895 jiwa), Palue (3.581 jiwa), Talibura (4.371 jiwa).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendistribusian logistik terus dilakukan di 20 kecamatan. Adapun logistik dengan 62 item yang telah terdistribusi antara lain; air mineral gelas kemasan (146.236), mie instan (46.458 pcs), telur ayam (34.130 butir), pop mie (21.255 pcs), beras (13.800 kg), air mineral 600 ml (11.368 pcs), roti (7.681 pcs), biskuit (5.757 pcs), paket sembako (4.121 paket), pembalut (2.568 pcs).
Gempa dengan kekuatan magnitud 7,7 yang berpusat di Mbay-Nagekeo, Sabtu, 15/08/2026 membawa korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di wilayah Kabupaten Sikka. Tercatat 6 orang meninggal dunia, 19 orang luka berat dan 18 orang luka ringan. Jumlah rumah penduduk yang rusak berat sebanyak 990 unit, rusak sedang 892 unit dan rusak ringan 2.621 unit.
Rumah ibadah yang rusak berat sebanyak 13 unit, rusak sedang 14 unit dan rusak ringan 29 unit. Fasilitas Pendidikan rusak berat sebanyak 7 unit, rusak sedang 42 unit dan rusak ringan 4 unit. Fasilitas Kesehatan yang rusak berat sebanyak 6 unit, rusak sedang 7 unit dan rusak ringan 30 unit. Bangunan pemerintahan yang rusak berat 11 unit, rusak sedang 15 unit, rusak ringan 17 unit. Lima ruas jalan juga mengalami rusak berat.









