MAUMERE-tajukntt, PT Indomobil Global Transportasi menyerahkan satu unit mobil minibus Foton eView Luxury kepada Politeknik Cristo Re-Keuskupan Maumere, Kamis (01/10/2026). Ini menandakan bahwa era kendaraan listrik mulai masuk ke ruang praktik mahasiswa otomotif di Flores. Bukan sekadar kendaraan operasional, minibus listrik tersebut disiapkan untuk menjadi “laboratorium berjalan” bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Pemeliharaan Mesin Otomotif.
Serah terima berlangsung di Aula Politeknik Cristo Re-Keuskupan Maumere. Kehadiran Foton eView Luxury di kampus diharapkan membuat mahasiswa bisa mengenal secara langsung teknologi kendaraan listrik yang kini berkembang di industri otomotif.
Chief Operating Officer PT Indomobil Global Transportasi, Edy Napis, mengatakan kendaraan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Indomobil Foton. Indomobil Global Transportasi sendiri merupakan salah satu anak perusahaan di bawah Salim Group dengan sejumlah unit bisnis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satunya adalah Indomobil Foton yang mulai melakukan riset sekitar 2023 dan kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Foton China pada 2024.
“CSR dan kerja sama dengan Politeknik Cristo Re ini juga membuka peluang bagi mahasiswa, khususnya dari jurusan otomotif,” ujar Edy.
Menurut dia, perkembangan industri otomotif akan berjalan beriringan dengan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai perkembangan teknologi.
Pasar otomotif memang sempat mengalami penurunan. Namun, Edy menyebut kondisi tersebut mulai bergerak positif dan memberikan peluang pertumbuhan bagi industri. Ketika industri otomotif tumbuh, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis juga ikut meningkat.
“Hal-hal ini menjadi peluang tidak saja bagi kami sebagai pelaku, tetapi juga bagi semua, termasuk lulusan Politeknik Cristo Re,” jelasnya.
Edy berharap Foton eView Luxury yang diserahkan kepada Politeknik Cristo Re tidak hanya digunakan sebagai kendaraan operasional. Mobil tersebut juga diharapkan menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami teknologi kendaraan listrik.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar dari buku atau teori di kelas, tetapi juga bisa melihat dan mempelajari teknologi kendaraan listrik secara langsung. Hal ini menjadi penting karena perkembangan teknologi otomotif global kini bergerak menuju elektrifikasi.
Mobil Listrik dan Tanggungjawab Ekologis

Ketua Yayasan Cristo Re Maumere-Keuskupan Maumere, RD. Felicianus Dari, mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja sama dengan PT Indomobil Global Transportasi. Menurut Felix, kehadiran kendaraan listrik di lingkungan kampus juga memiliki dimensi ekologis.
Teknologi kendaraan listrik, kata dia, merupakan bagian dari respons terhadap perubahan global dan persoalan lingkungan. “Indomobil Foton sebagai unit bisnis yang mengembangkan mobil Foton memiliki tanggung jawab ekologis untuk merawat bumi. Kami memberikan apresiasi atas tanggung jawab tersebut,” ujarnya.
Felic berharap bantuan tersebut tidak membuat institusi pendidikan berhenti pada zona nyaman. Sebaliknya, kehadiran teknologi baru harus menjadi pemicu agar kampus dan mahasiswa terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.
Ia juga berharap kerja sama dengan Indomobil Global Transportasi dapat diperluas pada masa mendatang. “Kami berharap agar kerja sama yang sudah kita bangun tidak berhenti di sini. Semoga kerja sama kita terus berkembang untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Bidik Service Point Foton di Flores

Direktur Politeknik Cristo Re Keuskupan Maumere, RD. Yakobus Dionisius Migo, melihat kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat Program Studi Pemeliharaan Mesin Otomotif.
Menurut Doni, pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan industri. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga harus mempunyai keterampilan yang sesuai dengan teknologi yang digunakan di dunia kerja.
Masuknya Foton eView Luxury ke kampus pun dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam mempelajari teknologi kendaraan listrik.
“Kami meyakini bahwa kerja sama ini akan makin menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda Flores, khususnya mahasiswa Prodi Pemeliharaan Mesin Otomotif sehingga bisa terserap oleh pasar kerja di dunia otomotif,” kata Doni.
Yang menarik, kerja sama ini tidak hanya diarahkan pada pendidikan. Politeknik Cristo Re bahkan membuka peluang untuk menjadi service point Foton di Flores apabila kendaraan Foton mulai masuk dan berkembang di wilayah tersebut. “Kami berharap agar Politeknik Cristo Re menjadi service point bila mobil Foton sudah mulai masuk ke Flores,” tandasnya.
Jika rencana tersebut terealisasi, keberadaan Foton eView Luxury di kampus bukan hanya menjadi kendaraan baru di lingkungan Politeknik Cristo Re. Mobil listrik ini berpotensi menjadi langkah awal untuk mempertemukan pendidikan vokasi, industri otomotif, teknologi kendaraan listrik, dan kebutuhan tenaga kerja di Flores dalam satu ekosistem.
Penulis : Vianey
Editor : redaksi










