JAKARTA-Atlet Taekwondo dari Dojang Adhiyaksa Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menorehkan prestasi membanggakan dalam Grade C Nasional Open Tournament Taekwondo Piala Danrem 052/WKR di Tangerang Selatan.
Dalam kejuaraan yang berlangsung Minggu (23/8/2026) tersebut, 23 atlet asal NTT berhasil membawa pulang 25 medali, terdiri dari 11 medali emas, 12 perak dan 2 perunggu.
Pelatih Dojang Adhiyaksa Sikka, Sandri Parera, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena para atlet harus berangkat ke Jakarta dengan mengandalkan dana swadaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami datang dengan dana swadaya. Kami nekat datang ke sini. Tujuannya bukan hanya atlet berprestasi, tetapi bagaimana mereka bisa bertanding dan membawa nama daerah,” kata Sandri.
Sandri menjelaskan, sebanyak 23 atlet tersebut mengikuti pertandingan pada 25 kelas. Mereka berangkat dari NTT menggunakan kapal Pelni KM Tidar pada 7 Agustus 2026 dan tiba di wilayah Tangerang pada 12 Agustus.
Menurut Sandri, pembinaan atlet tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknik bertanding. Para atlet juga dibentuk melalui penanaman disiplin, etika, dan sikap.

Salah satu atlet, Maria Desya Cynthia Ryanto, berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu perak. Siswi kelas 2 SMA tersebut mengaku harus membagi waktu antara pendidikan dan latihan.
“Sebagai atlet, kami juga seorang siswa. Kami harus membagi waktu antara sekolah dan latihan. Bahkan saat libur, waktu kami gunakan untuk latihan agar bisa mendapatkan yang terbaik,” ujarnya.
Cynthia mengatakan dirinya tidak ingin cepat puas dengan pencapaian yang diraih. Ia bertekad terus meningkatkan kemampuan agar dapat menembus kompetisi yang lebih tinggi.
“Saya tidak pernah merasa puas dengan apa yang saya dapat karena kalau puas saya akan stuck dan tidak berkembang. Saya tetap akan berlatih. Dari nasional, mudah-mudahan nanti bisa ke ASEAN Games,” katanya.
Prestasi serupa ditorehkan Bartolomeus Gregorius Safio, siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Maumere. Ia berhasil meraih medali emas, yang menjadi emas pertama sekaligus pengalaman pertamanya mengikuti kejuaraan di Jakarta dengan membawa nama NTT.
“Ini perdana emas. Perdana juga ikut kejuaraan Jakarta mewakili NTT. Saat latihan, pelatih lebih keras sehingga kami semakin semangat untuk mendapatkan juara. Semoga, prestasi ini menjadi langkah untuk menjadi TNI Angkatan Darat,” kata Safio.
Sementara itu, pendamping rombongan, Siprianus Dairi, bersyukur karena selama berada di Tangerang Selatan para atlet mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Ia berharap prestasi yang diraih para atlet menjadi pijakan untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik.
“Harapannya, saudara-saudara kami ke depan bisa lebih membanggakan, khususnya untuk Indonesia, dan memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya.









