MAUMERE-Lapangan Bukit Guntur, Kampung Nebura, Desa Kojagete, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, menjadi ruang berkumpul warga dari tiga desa dalam Turnamen Mini Soccer Sahabat Yasin Cup 1.
Turnamen yang untuk pertama kalinya digelar tersebut mempertemukan delapan tim yang berasal dari Desa Kojagete, Desa Kojadoi, dan Desa Permaan, Kecamatan Alok Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan penonton dari tiga desa. Pada laga, Sabtu (5/9/2026) sore, mempertemukan tim MA Muhammadiyah Nebura melawan Dambila FC yang berakhir dengan skor imbang 1-1.
Ketua Panitia Turnamen Mini Soccer Sahabat Yasin Cup, Suhut Firmansyah, mengatakan turnamen tersebut tidak semata-mata digelar untuk mencari juara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghibur masyarakat setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sikka.
Menurut Suhut, kondisi kebencanaan membuat sejumlah agenda masyarakat, termasuk perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
“Karena kemarin ada gempa, musibah dan sebagainya sehingga tidak terjadi upacara. Kita rencana menghibur supaya masyarakat tidak trauma dengan hiburan turnamen ini,” kata Suhut.
Ia menyebut kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana trauma healing bagi masyarakat pascagempa.
“Ini juga untuk trauma healing pascagempa,” ujarnya.

Turnamen ini diikuti delapan tim yang terbagi dalam dua pool. Pool A dihuni MA Nebura FC, Tangkap Basah FC, Nebura Muda FC dan Lamalino FC. Sementara Pool B terdiri dari Teachers FC, ATM FC, Dambila FC dan PSMB FC.
Dari delapan tim tersebut, Desa Kojadoi mengirimkan tiga tim, Desa Kojagete tiga tim, sedangkan Desa Permaan mengirimkan satu tim. Dalam pelaksanaannya, terdapat keterlibatan masyarakat dari wilayah tiga desa yang menjadi bagian dari turnamen.
Suhut mengatakan kehadiran penonton juga menunjukkan antusiasme masyarakat. Warga dari Dusun Dambila di Desa Permaan, Desa Kojagete dan Desa Kojadoi ikut menyaksikan pertandingan.
“Penonton dari ketiga desa. Dari Dusun Dambila yang berada di Desa Permaan, ada Desa Kojagete, ada Desa Kojadoi juga yang hadir,” katanya.
Turnamen tersebut digagas melalui kerja sama panitia dengan Sahabat Yasin Kepulauan. Menurut Suhut, Sahabat Yasin merupakan kelompok yang anggotanya dari Kojadoi, Kojagete dan Permaan yang berdomisili di kota, namun memiliki keterikatan dengan wilayah kepulauan dan ingin ikut membangun kebersamaan masyarakat.
“Mereka berdomisili di kota, tetapi kebetulan mereka orang-orang pulau yang punya niat baik untuk menyatukan masyarakat dari ketiga desa melalui turnamen ini,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, pelaksanaan turnamen berasal dari dukungan para donatur, kontribusi peserta dan dukungan masyarakat setempat.
Suhut mengatakan panitia juga menyiapkan sejumlah penghargaan bagi peserta. Selain piala bergilir yang menjadi simbol utama turnamen, terdapat piala tetap, uang pembinaan untuk setiap tim dan piagam penghargaan.
“Piala bergilir dan piala tetap, ada juga uang pembinaan setiap tim, dan ada juga piagam penghargaan,” katanya.
Lebih dari sekadar kompetisi sepak bola, Sahabat Yasin Cup 1 dirancang untuk menjadi agenda tahunan masyarakat tiga desa.
Suhut mengatakan piala bergilir tersebut direncanakan diperebutkan setiap tahun bertepatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI.

“Piala bergilir setiap tahun harus kita gelar. Ketika momen HUT RI kita akan buat turnamen seperti ini,” katanya.
Untuk penyelenggaraan berikutnya, panitia membuka peluang bagi salah satu dari tiga desa untuk menjadi tuan rumah. Desa yang siap menjadi tuan rumah akan difasilitasi untuk membentuk kepanitiaan bersama.
“Dari ketiga desa ini siapa yang siap untuk tuan rumah, kita fasilitasi untuk sama-sama membantu membentuk panitia supaya turnamen bisa berjalan lagi untuk tahun depan,” ujar Suhut.
Sementara itu, Pembina Sahabat Yasin, Nur Khalik Majid, mengatakan Turnamen Mini Soccer Sahabat Yasin Cup 1 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat dari tiga desa.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kembali semangat dan kebersamaan masyarakat setelah menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa berkumpul kembali, bersilaturahmi dan membangun semangat kebersamaan masyarakat dari tiga desa,” kata Majid, Majid, demikian ia disapa.
Ia mengatakan keterlibatan Sahabat Yasin dalam turnamen tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah kepulauan. Dukungan diberikan agar kegiatan olahraga dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang mampu mempertemukan masyarakat.
“Kita ingin kegiatan seperti ini terus berjalan. Bukan hanya tahun ini, tetapi bisa menjadi agenda setiap tahun, khususnya dalam momentum HUT Kemerdekaan. Kita ingin anak-anak muda punya ruang untuk berolahraga sekaligus mempererat persaudaraan,” ujarnya.
Majid berharap turnamen tersebut dapat menjadi awal dari kegiatan olahraga yang lebih besar di wilayah tiga desa. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan sangat bergantung pada kebersamaan masyarakat dan kesiapan masing-masing desa menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan berikutnya.
“Harapan kita piala bergilir ini bisa terus diperebutkan setiap tahun. Siapa pun yang menjadi juara tahun ini, tahun depan harus kembali mempertahankannya. Yang paling penting, turnamen ini tetap menjadi milik masyarakat dan menjadi wadah untuk memperkuat persatuan,” katanya.










