Desa Tertinggal Sikka Turun Tajam dari 50 ke 30, Jumlah Desa Maju dan Mandiri Terus Bertambah di 2025

- Reporter

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu.

 

TAJUKNTT-SIKKA-Kabupaten Sikka mencatat peningkatan signifikan dalam status kemajuan dan kemandirian desa pada tahun 2025, ditandai dengan bertambahnya jumlah Desa Mandiri dan penurunan tajam pada kategori Desa Tertinggal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu, menyebut daru data per tahun 2025, jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Sikka bertambah menjadi 11 desa pada tahun 2025, naik dari 10 desa pada tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelas desa yang kini berstatus Mandiri adalah Paga, Nita, Geliting, Nele Urung, Namangkewa, Waiara, Wairkoja, Bola, Lepo Lima, Habi, dan Langir.

“Jumlah Desa Maju tercatat sebanyak 62 desa. Sementara itu, Desa Berkembang mengalami penurunan dari 81 desa menjadi 76 desa,” jelas Lambertus.

Lanjut dia, perubahan paling menonjol terlihat pada kategori Desa Tertinggal, yang menurun drastis dari 50 desa pada tahun 2024 menjadi 30 desa pada tahun 2025.

Kadis PMD juga menyebut bahwa kategori Desa Sangat Tertinggal sudah tidak ada lagi.

Penetapan status kemajuan desa ini berpedoman pada Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM).

Pengukuran didasarkan pada tiga indeks komposit: Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi, dan Indeks Ketahanan Lingkungan. Seluruh parameter IDM terhubung dengan SDGs Desa (Sustainable Development Goals Desa).

“Pemerintah Kabupaten Sikka bertindak sebagai fasilitator dan memberikan pendampingan teknis dalam pengisian data oleh pemerintah desa,” jelasnya.

Meski demikian, dinas PMD menekankan keakuratan data sepenuhnya bergantung pada laporan desa. Untuk memastikan keabsahan, verifikasi langsung di desa melalui musyawarah bersama masyarakat akan segera dilakukan.

“Tahun 2025 telah dilakukan penyesuaian regulasi baru terkait status kemajuan desa yang diatur dalam Permendes terbaru dari pemerintah pusat, yang akan memicu dinamika perubahan dalam penilaian dan klasifikasi desa di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Mia Margareta Holo. 

Editor: Redaksi. 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum Hari Buruh, Senator Angelo Salurkan Sembako untuk Buruh Darat di Maumere
Seorang Anggota TNI Jadi Korban Pengeroyokan di Maumere, Polisi Selidiki Pelaku
Hingga April 2026, Ada 15 Kasus Hubungan Industrial di Sikka, Didominasi PHK
Lonjakan Kasus Bunuh Diri di Sikka, Psikiater Soroti Lemahnya Penanganan Kesehatan Jiwa
Hari Buruh 2026: Tedi Woga Dorong Buruh di Sikka Bersatu dalam Serikat, Lawan Ketakutan dan Perjuangkan Hak
Hari Buruh 2026: Upah Rendah Masih Marak di Sikka, Buruh Takut Lapor karena Ancaman PHK
Kapolres Sikka Minta Maaf Usai Bantuan Sembako Ditolak Keluarga Korban STN dan 10 Suku Romanduru
Keluarga Korban STN dan 10 Suku Romanduru Tolak Bantuan Sembako dari Kapolres Sikka, Dianggap “Pire” dalam Adat
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:46 WITA

Momentum Hari Buruh, Senator Angelo Salurkan Sembako untuk Buruh Darat di Maumere

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:09 WITA

Seorang Anggota TNI Jadi Korban Pengeroyokan di Maumere, Polisi Selidiki Pelaku

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:34 WITA

Hingga April 2026, Ada 15 Kasus Hubungan Industrial di Sikka, Didominasi PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:21 WITA

Lonjakan Kasus Bunuh Diri di Sikka, Psikiater Soroti Lemahnya Penanganan Kesehatan Jiwa

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:09 WITA

Hari Buruh 2026: Tedi Woga Dorong Buruh di Sikka Bersatu dalam Serikat, Lawan Ketakutan dan Perjuangkan Hak

Berita Terbaru