MAUMERE-TAJUKNTT-Warga Kampung Wuring Laut, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, pada Rabu (18/3/2026) sore, menggelar aksi protes terhadap Pemkab Sikka yang dinilai sudah sekitar 15 tahun membiarkan kerusakan jalan di Kampung Wuring Laut yang menjadi urat nadi ekonomi warga.
Dalam aksi protes itu, warga menanam sebatang pohon pisang di tengah jalan dengan gundukan pasir. Selain itu, warga juga membentangkan spanduk bertuliskan pesan “ Daerah Sudah Miskin??? Sehingga Tidak Mampu Biayai Jalan Ini. Tidak Butuh Orang Pintar Untuk Jadi Pejabat!!! Tapi Orang Bijak Yang Peka Terhadap Kesulitan Rakyat!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada juga spanduk lain bertuliskan pesan “Mari Gotong Royong Perbaiki Jalan Kita. Sisikanlah Sedikit Rejekimu Untuk Kenyamaman Perjalanan Kita. Dalam Rangka Arus Mudik Lebaran Kelurahan Wolomarang-Kampung Wuring Laut”.
Salah seorang warga Wuring yang terlibat dalam aksi protes, Abdul Munir mengatakan, kondisi jalan Wuring sepanjang 500 meter telah dibiarkan rusak kurang lebih 15 tahun lamanya. Padahal jalan itu, merupakan urat nadi ekonomi dan tempat lalu lintas untuk distribusi beras se daratan Flores dan Lembata.

“Selalu dijanjikan tahun sekian akan diperbaiki, tapi tidak ada realisasinya. Jadi ini bentuk protes dari masyarakat. Kami sengaja menanam pohon pisang supaya pemerintah melihat,” ujar Abdul Munir.
Ia juga mengatakan, jalan Kampung Wuring Laut merupakan jalan menuju Pelabuhan Wuring dimana Pelabuhan Wuring menyumbang kontribusi memasukkan beras untuk kebutuhan makan warga se Flore.
“Beras itu bisa sampai ribuan ton masuk lewat Pelabuhan Wuring untuk diedarkan satu Flores mulai dari Maumere sampai Bajawa. Tapi pemerintah seolah menutup mata,” ungkap Abdul Munir.
Selain menanam pohon pisang di tengah jalan, warga juga berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya dengan membentangkan material agregat untuk menimbun lubang-lubang jalan.








